Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Singkawang Siap Gelar Gawai Dayak Naik Dango XXVI 2026, Harmoni Budaya di Kota Tertoleran

Hari Kurniathama • Selasa, 12 Mei 2026 | 11:26 WIB
Konferensi pers terkait persiapan Gawai Dayak Naik Dango XXVI 2026  di TCM Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (11/5)
Konferensi pers terkait persiapan Gawai Dayak Naik Dango XXVI 2026 di TCM Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (11/5)

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival budaya Gawai Dayak Naik Dango XXVI yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Mei mendatang. Agenda tahunan ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata inklusif dan kota tertoleran di Indonesia.

Mantan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa perhelatan ini merupakan bukti nyata kekayaan budaya sebagai pemersatu bangsa. Menurutnya, acara ini juga diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.

"Narasi ini menekankan bahwa kekayaan budaya diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan transportasi," ujar Tjhai Chui Mie.

Penyelenggaraan tahun ini memiliki momentum unik karena bertepatan dengan hari raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei. Panitia telah mengatur jadwal agar kegiatan adat dan keagamaan berjalan beriringan. Masyarakat Dayak akan melaksanakan ritual internal pada pagi hari, sementara pembukaan resmi festival baru akan digelar pada malam harinya.

Baca Juga: Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah AVC Men’s Volleyball Champions League 2026

Fenomena ini dipandang sebagai penegasan jati diri Singkawang dalam merawat keberagaman. Budaya diposisikan sebagai daya tarik wisata yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat suku maupun agama.

Ketua Panitia Gawai Dayak Naik Dango XXVI, Andreas Aan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan efek domino bagi perekonomian warga. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan membawa dampak positif bagi berbagai sektor.

"Tujuan utama kegiatan budaya ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, mulai dari sektor transportasi, maskapai penerbangan, hingga pelaku UMKM dan kuliner," kata Andreas.

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah karnaval mobil hias dan pawai pejalan kaki sejauh 3 kilometer. Peserta, termasuk pelajar, akan mengenakan kostum serta atribut khas Dayak untuk menampilkan visual budaya yang kuat bagi wisatawan.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Singkawang, Stepanus, menegaskan bahwa Gawai Dayak adalah komitmen dalam menjaga nilai luhur dan hukum adat dalam bingkai NKRI.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Hadirkan 19 Layanan Gratis Melalui Program Gema Membangun Desa

"Budaya sebagai identitas bangsa harus terus kita jaga. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyemarakkan acara ini dengan semangat bahwa perbedaan adalah anugerah," ungkap Stepanus.

Pihak panitia dan pemerintah kota juga mengimbau peran aktif media untuk membantu mempromosikan keunikan adat Singkawang guna menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan. (har)

Editor : Hanif
#toleransi #Naik Dango #Gawai Dayak #singkawang #wisata budaya