Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Baznas Singkawang Berdayakan 21 Peternak Lewat Program Ternak Kambing Zakat

Hari Kurniathama • Senin, 18 Mei 2026 | 10:19 WIB
Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi.
Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi.

PONTIANAK POST – Program pemberdayaan peternak kambing berbasis zakat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Singkawang menunjukkan tren positif. Saat ini, populasi kambing di Balai Ternak Baznas Kecamatan Singkawang Utara telah berkembang menjadi 50 ekor dari yang semula hanya 40 ekor pada awal program.

Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi, menyatakan bahwa peningkatan populasi ini juga didorong oleh masuknya ternak milik warga sekitar ke dalam kelompok binaan. "Alhamdulillah, saat ini sudah mulai berkembang," ujar Mahmudi, Minggu (17/5).

Program pemberdayaan ekonomi ini melibatkan 21 peternak yang terbagi ke dalam tujuh kelompok. Setiap kelompok beranggotakan tiga orang, di mana masing-masing anggota mendapatkan stimulan berupa satu ekor kambing untuk dirawat.

Dalam skema ini, Baznas memfasilitasi pembuatan kandang dan penyediaan infrastruktur dasar. Sementara itu, para peternak bertanggung jawab penuh terhadap pencarian pakan dan perawatan harian untuk mendorong kemandirian.

Baca Juga: Yayan Kurniawan Terpilih Pimpin Gabsi Singkawang Periode 2026 hingga 2030

"Kandang kami siapkan, sedangkan pakan mereka cari sendiri. Sistem ini memacu semangat dan kompetisi sehat antar-kelompok untuk menghasilkan kualitas ternak terbaik," jelas Mahmudi.

Untuk menjaga produktivitas dan kesehatan hewan, Baznas Singkawang menjalin kerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Tim medis Puskeswan dijadwalkan turun ke lapangan secara berkala guna melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, hingga penyemprotan disinfektan pada kandang.

Selain fokus pada penggemukan dan pembiakan kambing, Baznas Singkawang tengah merencanakan program pemanfaatan limbah ternak. Kotoran kambing yang dihasilkan akan diolah menjadi pupuk organik untuk memberikan nilai ekonomi tambahan bagi kelompok.

"Jika ada warga yang berminat membeli, pupuk organik tersebut akan dijual. Jika tidak, akan digunakan untuk kepentingan pertanian kelompok," pungkas Mahmudi. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan lokal. (har)

Editor : Hanif
#zakat #kambing #peternak #Baznas Singkawang