Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang Lamban, Menteri PU Targetkan Rampung Juni 2026

Antara • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:33 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) memberikan keterangan resmi dalam jumpa pers di Kementerian PU Jakarta, Jumat (22/5). (Antara)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) memberikan keterangan resmi dalam jumpa pers di Kementerian PU Jakarta, Jumat (22/5). (Antara)

 

PONTIANAK POST -  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, progres pembangunan unit baru Sekolah Rakyat di Singkawang menjadi salah satu yang terendah.

Selain Singkawang, wilayah dengan capaian rendah lainnya adalah Cilacap, Dharmasraya, Lombok Utara, dan Brebes.

Meski begitu, Kementerian PU memperkirakan sebanyak 88 unit Sekolah Rakyat secara nasional akan rampung pada Juni 2026.

Pemerintah mengejar target ini agar bangunan siap digunakan pada tahun ajaran baru.

“Insya Allah, ya, akhir Juni selesai, minimum selesai, feeling saya mengatakan, sekitar 88 dari (target) 93 (unit gedung baru Sekolah Rakyat) itu pembangunan selesai,” kata Menteri PU dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (22/5).

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Pemerintah Percepat Pekerjaan di Sejumlah Daerah

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang dan Daerah Lain

Hingga Kamis (21/5), progres pembangunan unit baru Sekolah Rakyat secara nasional baru mencapai 58 sampai 59 persen.

Dody mengakui bahwa realisasi di lapangan cenderung lamban dan tidak sesuai dengan prakiraan awal.

Padahal, pemerintah menargetkan 93 gedung baru beroperasi Juli 2026 untuk menampung lebih dari 30 ribu siswa baru.

Faktanya, ada sejumlah kontrak pembangunan yang target penyelesaiannya justru melewati jadwal masuk sekolah.

“Adik-adik (siswa Sekolah Rakyat) harus masuk di tahun ajaran baru, which is kapan? Juli 2026. Berarti bangunan harus siap di Juni 2026. Tapi, kontrak pembangunannya itu ada yang selesai di Juli, bahkan ada selesai di Oktober," ungkap Dody.

Baca Juga: Menteri PU Tegaskan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Dorong Akses Pendidikan Berkualitas dan SDM Unggul di Seluruh Indonesia

Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tetap Jadi Prioritas

Di sisi lain, daerah seperti Sragen, Semarang, Bengkulu, dan Medan mencatat progres pembangunan yang cukup baik.

Dody pun memastikan kualitas bangunan tetap terjaga meskipun pengerjaannya kini tengah dikebut.

Menteri PU menargetkan gedung Sekolah Rakyat ini memiliki daya tahan yang prima. Bangunan tersebut diproyeksikan mampu bertahan setidaknya hingga 20 tahun mendatang.

“Kalau kualitas bangunan itu bukan suatu hal yang kita harus korbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, paling anti," ujar Menteri PU.

"Apa pun yang terjadi, sekolah ini harus bertahan, mungkin kalau bisa lebih dari 20 tahun,” 

Menurut Dody, program Sekolah Rakyat ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Harapan Anak Miskin dan Putus Sekolah di Perbatasan Sambas

Fasilitas pendidikan yang layak juga menjadi modal penting menuju Indonesia Emas 2045.

“Karena memutus garis kemiskinan ekstrem paling gampang itu dengan pendidikan, tidak ada cara lain yang paling mudah dari itu. Lalu yang kedua, adalah untuk menyiapkan generasi emas untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045,” ujar dia menambahkan.(ant)

Editor : Uray Ronald
#Sekolah Rakyat Singkawang #Menteri PU Dody Hanggodo #target Juni 2026 #Pembangunan Sekolah Rakyat #infrastruktur pendidikan