Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Karnaval Budaya Dayak Singkawang Tampilkan Inovasi Tradisi dan Semangat Toleransi

Hari Kurniathama • Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:49 WIB
Kemegahan Karnaval dan Display Budaya Dayak pada Kamis (28/5) mendapat sambutan antusias masyarakat. Event ini menggabungkan tradisi leluhur dengan nuansa modern.
Kemegahan Karnaval dan Display Budaya Dayak pada Kamis (28/5) mendapat sambutan antusias masyarakat. Event ini menggabungkan tradisi leluhur dengan nuansa modern.

PONTIANAK POST - Ribuan pasang mata membanjiri ruas jalan protokol Kota Singkawang untuk menyaksikan kemegahan Karnaval dan Display Budaya Dayak pada Kamis (28/5/2026). Event ini bukan sekadar parade tahunan, melainkan panggung pembuktian bagi generasi muda Dayak dalam mengawinkan tradisi leluhur dengan napas modernitas yang memukau.

Parade yang dimulai dari kawasan Tugu Sang Panglima ini dilepas langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, didampingi Wakil Wali Kota Muhammadin. Sepanjang rute, penonton disuguhi atraksi seni yang eksplosif, mobil hias bernuansa etnik, hingga busana adat Dayak yang dimodifikasi secara inovatif namun tetap mempertahankan identitas sakralnya.

Wali Kota Tjhai Chui Mie memberikan apresiasi tinggi terhadap lompatan kreativitas generasi muda saat ini. Ia menilai bahwa budaya Dayak kini telah berevolusi menjadi lebih dinamis tanpa kehilangan akar sejarahnya.

"Kita melihat lahirnya generasi muda Dayak yang lebih maju. Lewat inovasi pakaian adat yang dibalut nuansa masa kini, mereka membuktikan bahwa warisan leluhur tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegas Tjhai Chui Mie.

 

 

Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi 

Lebih dari sekadar perayaan suku tertentu, karnaval ini menjadi cermin kuatnya kerukunan di Kota Singkawang. Meski berakar pada tradisi Naik Dango masyarakat Dayak, partisipasi aktif dari berbagai paguyuban suku lain menunjukkan bahwa acara ini telah menjadi milik bersama seluruh warga

"Kehadiran elemen masyarakat dari berbagai latar belakang suku memperkuat identitas Singkawang sebagai kota yang paling toleran dan harmonis,” tambahnya.

Selain mempererat ikatan sosial, kemeriahan ini terbukti membawa angin segar bagi roda ekonomi lokal. Antusiasme luar biasa dari wisatawan yang hadir memberikan dampak instan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

"Setiap event kebudayaan digelar, Kota Singkawang selalu dipadati pengunjung. Ini adalah bukti nyata bahwa budaya adalah aset yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” pungkas Wali Kota.(har)

Editor : Hanif
#toleransi #Gawai Dayak #singkawang #dayak #karnaval budaya