PONTIANAK POST – Hari keempat Gawe Dayak Naik Dango XXVI Tahun 2026 Kota Singkawang berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan budaya, edukasi, dan hiburan yang menyedot perhatian ribuan masyarakat, Sabtu (30/5). Sebanyak 2.500 pengunjung memadati Rumah Adat Dayak Kota Singkawang untuk menyaksikan berbagai agenda yang menjadi bagian dari perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak.
Kemeriahan acara terlihat sejak pagi hingga malam hari. Mulai dari seminar budaya, lomba tradisional, parade tari Dayak, hingga hiburan rakyat yang menghadirkan sejumlah penampil lokal, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya.
Kegiatan diawali dengan Seminar Budaya yang berlangsung sejak pagi. Forum tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai sejarah, nilai, dan identitas budaya Dayak kepada generasi muda.
Seminar ini dinilai penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Memasuki siang hari, perhatian pengunjung beralih ke arena perlombaan. Lomba sumpitan dan lomba busana anak menjadi salah satu agenda yang paling banyak menyedot antusiasme masyarakat.
Peserta dari berbagai usia tampil menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan budaya Dayak kepada generasi muda sejak dini.
Saat malam tiba, ribuan pengunjung memadati area panggung utama untuk menyaksikan Parade Tari Dayak. Beragam tarian tradisional ditampilkan dengan kostum khas yang sarat makna budaya.
Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dari penonton. Gerakan yang dinamis, musik tradisional yang mengiringi, serta warna-warni busana adat menghadirkan pertunjukan yang memukau sekaligus memperlihatkan kekayaan seni budaya Dayak.
Parade tari menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam rangkaian Naik Dango XXVI karena menampilkan identitas budaya yang masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat.
Kemeriahan berlanjut melalui hiburan rakyat yang menghadirkan sejumlah penampil, di antaranya DJ Bongel, Alex dan Ms Venta, Teoderos Siman, serta Dhom A.K.M.
Ribuan masyarakat tampak menikmati setiap penampilan yang disuguhkan. Suasana penuh kegembiraan terlihat ketika pengunjung bernyanyi dan berinteraksi bersama para pengisi acara.
Di tengah keramaian tersebut, semangat kebersamaan terasa kuat. Naik Dango tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk merayakan keberagaman dalam suasana harmonis.
Bagi banyak pengunjung, Gawe Dayak Naik Dango bukan sekadar festival tahunan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman.
Salah seorang pengunjung, Candra (28), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati rangkaian kegiatan Gawe Dayak Naik Dango XXVI. Menurutnya, acara budaya seperti ini memiliki peran penting dalam memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda.
“Saya datang bersama keluarga karena ingin anak-anak dan keponakan kami melihat langsung budaya Dayak. Kalau hanya melihat di internet tentu berbeda dengan menyaksikan sendiri tarian, pakaian adat, dan tradisi yang ditampilkan di sini,” ujar Candra.
Ia menilai Naik Dango bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana edukasi budaya yang mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.
“Generasi muda perlu mengenal budayanya sendiri. Dengan kegiatan seperti ini, mereka bisa memahami bahwa budaya Dayak memiliki nilai, sejarah, dan kekayaan yang harus dijaga bersama,” katanya.
Melalui perpaduan edukasi, seni, tradisi, dan hiburan, Naik Dango XXVI menjadi bukti bahwa budaya Dayak mampu terus hidup, berkembang, dan menarik minat generasi muda tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Singkawang bersama jajaran melakukan pengamanan selama acara berlangsung. Sebanyak 24 personel diterjunkan di bawah koordinasi Kapolsek Singkawang Selatan AKP Dian Edi Sarwono.
Pengamanan tersebut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 23.00 WIB.
Keberhasilan pelaksanaan hari keempat Naik Dango XXVI menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Singkawang sebagai salah satu pusat kegiatan budaya di Kalimantan Barat. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro