PONTIANAK POST – Penggunaan dana pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar yang direncanakan untuk pembangunan di Kota Singkawang menuai sorotan tajam. Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang didesak untuk tidak main rahasia dan segera memublikasikan rincian alokasi anggaran tersebut secara gamblang kepada masyarakat.
Anggota DPRD Singkawang Elzi Syaiyid mengatakan realisasi dana pinjaman sebesar ini dinilai bukan perkara sepele. Pasalnya, setiap rupiah dari utang daerah tersebut nantinya akan menjadi beban APBD yang dicicil menggunakan uang rakyat. Oleh karena itu, transparansi mutlak diperlukan agar proyek yang didanai tidak melenceng dari perencanaan awal yang telah diajukan.
Ia menegaskan hak masyarakat untuk mengetahui secara spesifik sektor pembangunan apa saja yang akan dibiayai. Keterbukaan informasi ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum Pemkot Singkawang dalam pengelolaan APBD pada tahun anggaran bersangkutan.
"Jika Pemkot Singkawang memilih tertutup atau menunda publikasi rincian proyek, hal itu dikhawatirkan dapat memicu spekulasi liar dan mencederai kepercayaan publik," ujarnya.
Baca Juga: Gudang Transit Rokok Ilegal di Singkawang Digerebek, Tiga Pelaku Diamankan Polisi
Politisi Golkar ini juga menyampaikan bahwa pengawasan ketat dari elemen masyarakat kini dinantikan untuk memastikan dana jumbo Rp150 miliar ini benar-benar mengalir untuk infrastruktur yang menyentuh hajat hidup orang banyak.
Jangan sampai dana ini beralih fungsi menjadi kepentingan segelintir kelompok, atau justru sekadar menjadi beban fiskal bagi generasi mendatang di Kota Singkawang. (har)
Editor : Hanif