PONTIANAK POST - Sebanyak 100 petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkayang mengikuti Pelatihan Petani Pengguna Herbisida Terbatas yang digelar Alishter (Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang di Gedung Pansuma, Sungai Duri, Selasa (3/6).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang Yulianus, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menggunakan herbisida secara aman, tepat, dan bertanggung jawab.
"Penggunaan herbisida yang tepat tidak hanya membantu petani mengendalikan gulma secara efektif, tetapi juga melindungi kesehatan pengguna serta menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan petani harus terus ditingkatkan," kata Yulianus saat membuka kegiatan.
Menurutnya, pemahaman yang baik tentang penggunaan herbisida akan membantu petani meningkatkan hasil usaha tani tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan lingkungan.
Baca Juga: Sebanyak 126 Santri MI Ushuluddin Singkawang Lulus dan Ikuti Khatmul Qur’an 2026
Yulianus berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di lahan masing-masing serta menularkan pengetahuan tersebut kepada petani lainnya.
"Kami berharap para petani tidak hanya memahami cara penggunaan herbisida yang benar, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi petani lainnya dalam menerapkan praktik pertanian yang aman dan bertanggung jawab," ujarnya.
Bekal Praktis untuk Petani di Lapangan
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai label dan regulasi pestisida, teknik penyimpanan, penanganan limbah, pencegahan keracunan, pertolongan pertama, hingga teori dan praktik kalibrasi alat semprot.
Sesi praktik kalibrasi alat semprot menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati karena petani dapat langsung mempelajari cara mengatur penggunaan herbisida agar lebih tepat sasaran dan efisien.
Peningkatan keterampilan tersebut dinilai penting karena penggunaan herbisida yang tidak sesuai dosis maupun prosedur dapat berdampak pada kesehatan petani, biaya produksi, serta kondisi lingkungan sekitar lahan pertanian.
Program Nasional Jangkau Ratusan Daerah
Direktur Eksekutif Alishter Syafrizal, mengatakan pelatihan di Bengkayang merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas petani yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Syafrizal, hingga saat ini pelatihan serupa telah menjangkau 416 kabupaten dan kota di 29 provinsi.
"Petani merupakan ujung tombak sektor pertanian. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan para petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menggunakan herbisida secara benar, sehingga produktivitas meningkat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan pengguna maupun lingkungan," katanya.
Ia menegaskan bahwa edukasi penggunaan herbisida secara bijak menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.
"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang aman di kalangan petani. Keselamatan pengguna dan perlindungan lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertanian modern," tambahnya.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani Bengkayang dalam menghadapi tantangan pertanian modern sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. (har)
Editor : Hanif