PONTIANAK POST – Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Hingga Minggu (7/6), progres pembangunan telah mencapai 58 persen dan terus menunjukkan perkembangan positif seiring percepatan pekerjaan di lapangan.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan pemerintah optimistis target penyelesaian dapat tercapai. Keyakinan tersebut didasarkan pada laju pekerjaan yang rata-rata meningkat lebih dari 2,5 persen per hari.
"Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan sudah mencapai 58 persen. Dengan perkembangan pekerjaan yang rata-rata berada di atas 2,5 persen per hari, kami optimistis target penyelesaian pada 20 Juni dapat tercapai," kata Herzaky usai meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang.
Untuk mengejar target penyelesaian, pemerintah menambah jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam proyek tersebut. Saat ini sekitar 1.300 pekerja bekerja di lokasi pembangunan.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berkisar 900 pekerja. Penambahan personel dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Meski dilakukan percepatan, pemerintah menegaskan kualitas bangunan dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama.
"Kami ingin ada percepatan, tetapi kualitas bangunan dan keselamatan pekerja tetap harus menjadi perhatian utama," ujarnya.
Baca Juga: Kejar Target Juli 2026, Menteri PU Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Singkawang!
Sebagai catatan, Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat di Singkawang dibangun di atas lahan seluas 6,31 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.365 meter persegi. Fasilitas pendidikan ini dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah.
Proyek tersebut dikerjakan oleh konsorsium KSO WIKA-CIPTA-WEGE dengan nilai kontrak mencapai Rp223,89 miliar. Di balik deru alat berat dan aktivitas para pekerja, proyek Sekolah Rakyat membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Ribuan pekerja yang terlibat setiap hari berupaya memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh anak-anak dan keluarga yang membutuhkan layanan pendidikan yang layak.
Herzaky mengapresiasi dedikasi para pekerja yang terus menjaga ritme pembangunan agar proyek strategis tersebut selesai tepat waktu.
Menurutnya, kerja keras di lapangan menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan sekaligus memastikan manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh tahapan pembangunan.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan proyek selesai sesuai target, memenuhi standar kualitas, serta siap digunakan ketika proses pembangunan berakhir.
"Kami akan terus mengawal pembangunan ini agar selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Herzaky.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang Lamban, Menteri PU Targetkan Rampung Juni 2026
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang layak dan berkualitas.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan akses pendidikan yang lebih baik.
Selain menjadi sarana belajar, sekolah ini diharapkan menjadi ruang lahirnya generasi baru yang memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.
Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan di Kalimantan Barat.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat pada 2025 baru mencapai 8,07 tahun atau setara kelas II SMP, meski mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada angka 7,78 tahun.
Tantangan tersebut masih diperkuat oleh persoalan anak putus sekolah. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikutip Dinas Pendidikan Kalbar, pada 2024 tercatat 2.551 anak putus sekolah di berbagai jenjang pendidikan di Kalimantan Barat.
Faktor ekonomi keluarga dan keterbatasan akses pendidikan menjadi penyebab yang paling sering ditemukan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat layanan pendidikan.
Dari sisi pembangunan manusia, Kalimantan Barat juga masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar pada 2025 mencapai 72,09 atau naik dari 71,19 pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat Dikebut, Pemkot Pontianak Akui Tak Kuat Biaya Operasional
Namun, capaian tersebut masih menjadi yang terendah di antara provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan dan menempatkan Kalbar di kelompok provinsi yang masih perlu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang tidak hanya menghadirkan gedung baru, tetapi juga diharapkan menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Melalui pendidikan berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda Kalbar yang mampu menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.(ant)
Editor : Uray Ronald