PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang mematangkan program pengembangan kawasan wisata terpadu di Desa Wisata Nyarumkop sebagai bagian dari upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan UMKM, petani, dan pelaku ekonomi kreatif.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan pengembangan kawasan wisata terpadu difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.
"Kali ini fokus diarahkan pada penguatan kawasan terpadu berbasis potensi lokal agar manfaatnya langsung dirasakan warga," kata Dwi di Singkawang, Selasa (16/6).
Pariwisata Didorong Menjadi Motor Ekonomi Baru
Pemkot Singkawang menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong transformasi ekonomi daerah. Karena itu, pengembangan kawasan wisata dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor jasa keuangan.
Menurut Dwi, dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan sangat penting untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta petani yang menjadi bagian dari ekosistem wisata.
Ia menilai akses permodalan menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat dapat mengembangkan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari pertumbuhan sektor pariwisata.
Pemerintah Kota Singkawang memasang target ambisius pada sektor pariwisata sepanjang 2026. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menargetkan satu juta kunjungan wisatawan pada 2026, terutama melalui momentum Festival Cap Go Meh yang menjadi agenda wisata budaya unggulan kota tersebut.
Target itu dinilai realistis melihat tren peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir, dari 606.663 kunjungan pada 2023, turun menjadi 305.496 kunjungan pada 2024 saat Cap Go Meh digelar secara terbatas, lalu meningkat menjadi 702.056 kunjungan pada 2025.
Ini menjadi salah satu alasan pemkot terus mendorong pengembangan destinasi baru dan peningkatan kualitas kawasan wisata agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat
Nyarumkop Dikembangkan dengan Konsep Agro Edu Wisata
Pemkot Singkawang memilih Desa Wisata Nyarumkop sebagai salah satu fokus pengembangan karena memiliki potensi pertanian, panorama alam, dan kearifan lokal yang dinilai mampu menjadi daya tarik wisata.
Kawasan tersebut akan dikembangkan melalui konsep "Agro Edu Wisata" yang menggabungkan edukasi pertanian, ekowisata, dan ekonomi kreatif dalam satu destinasi terpadu.
Melalui konsep ini, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan alam, tetapi juga dapat belajar mengenai aktivitas pertanian serta membeli berbagai produk lokal yang dihasilkan masyarakat setempat.
"Nyarumkop memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, UMKM hingga ekonomi kreatif," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Singkawang Perkuat Promosi Wisata Digital untuk Tarik Lebih Banyak Wisatawan
Batu Belimbing Juga Masuk Prioritas Pengembangan
Selain Nyarumkop, Pemerintah Kota Singkawang juga menyiapkan pengembangan kawasan Desa Wisata Batu Belimbing. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas.
Untuk mendukung program tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melakukan pembenahan infrastruktur pendukung, termasuk jalan menuju lokasi wisata, penunjuk arah, dan sistem drainase.
Pada aspek amenitas, pemerintah berencana membangun pusat informasi wisata, toilet publik, dan homestay yang memenuhi standar pelayanan wisata.
Sementara itu, aspek atraksi akan diperkuat melalui pengembangan paket edukasi pertanian, kegiatan outbound alam, hingga pertunjukan budaya yang diselenggarakan secara berkala.
Warga Diharapkan Menjadi Penerima Manfaat Utama
Dwi menegaskan keberhasilan pengembangan wisata terpadu tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.
Karena itu, pengembangan kawasan wisata membutuhkan sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar berjalan secara berkelanjutan.
"Wisata terpadu tidak boleh berhenti di kertas. Harus ada jalan bagus, toilet bersih, homestay layak, dan warga sekitar yang dapat rezeki. Itu tugas kita bersama," katanya.
Menurut Dwi, tujuan akhir dari program tersebut adalah menciptakan destinasi wisata yang mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.
Pariwisata Menjadi Peluang Diversifikasi Ekonomi Daerah
Pengembangan Desa Wisata Nyarumkop dan Batu Belimbing menjadi bagian dari strategi Singkawang dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor perdagangan dan jasa konvensional.
Dengan menggabungkan potensi pertanian, budaya, dan ekonomi kreatif, pemerintah berharap kawasan wisata terpadu mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya investasi di sektor pariwisata.*
Editor : Uray Ronald