PONTIANAK POST — Pemerintah Kota Singkawang membagikan sekitar 7.000 bakcang dan es kacang hijau secara gratis kepada masyarakat dalam rangka memeriahkan Festival Bakcang di Kota Singkawang, Minggu (21/6).
Kegiatan berlangsung di kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus menikmati hidangan khas tersebut.
Pembagian bakcang dilakukan langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama kreator konten kuliner Bobon Santoso.
Festival Bakcang Jadi Simbol Keragaman Budaya
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Festival Bakcang bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga simbol keberagaman dan perekat sosial masyarakat kota tersebut.
Menurut dia, festival ini menjadi ruang kebersamaan tanpa sekat suku, agama, maupun latar belakang sosial.
"Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Festival Bakcang di Kota Singkawang. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi," kata Tjhai Chui Mie dilansir Antara.
Ia menegaskan bahwa Festival Bakcang adalah milik seluruh warga Singkawang dan menjadi bagian dari identitas kota yang dikenal dengan keberagaman budayanya.
"Festival Bakcang bukan hanya milik satu kelompok saja. Ini milik seluruh warga Singkawang," ujarnya.
Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Daerah
Pemerintah Kota Singkawang menilai festival ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM lokal.
Kegiatan budaya yang dikemas secara terbuka dan inklusif diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, festival ini juga menjadi ruang promosi bagi produk kuliner dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Pengamanan dan Dukungan Kepolisian
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan menyampaikan pihaknya menurunkan 18 personel pengamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus masyarakat dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
"Personel ditempatkan di titik strategis untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung," ujarnya.
Kehadiran aparat kepolisian disebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang bersifat budaya dan memperkuat persatuan.
Baca Juga: Festival Hari Bakcang 2026 Pecah di Waterfront Sungai Kapuas, Tradisi yang Terus Mengalir
Festival Bakcang sebagai Daya Tarik Wisata
Festival Bakcang di Singkawang telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Tradisi yang berakar dari budaya Tionghoa ini kini menjadi bagian penting dari kalender event kota dan memperkuat citra Singkawang sebagai kota multikultural di Kalimantan Barat.
Editor : Uray Ronald