PONTIANAK POST – Pemadaman listrik yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan beberapa wilayah lainnya pada Kamis (2/7), dipastikan bukan disebabkan kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menegaskan, pasokan bahan bakar pembangkit dalam kondisi aman. Pemadaman terjadi akibat adanya gangguan operasional pembangkit yang membuat suplai listrik ke sistem kelistrikan Kalbar belum berjalan optimal.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan langkah manajemen beban terpaksa dilakukan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Adanya padam di beberapa lokasi adalah sebagai langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat," ujarnya.
Menurut Mukhlis, gangguan yang terjadi sama sekali tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.
"Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara yang saat ini dalam kondisi aman," tegasnya.
Mati lampu sejak jam tiga sore hingga malam hari ini sempat mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah daerah, terutama Kota Singkawang. Kegiatan usaha, perkantoran, hingga aktivitas rumah tangga yang bergantung pada pasokan listrik ikut terdampak.
PLN menyatakan terus melakukan upaya pemulihan dan pengaturan sistem agar pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal secara bertahap. Perseroan juga meminta masyarakat tetap tenang karena ketersediaan batu bara dan energi primer untuk pembangkit di Kalimantan Barat dipastikan mencukupi. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro