PONTIANAK POST - DPRD Kota Singkawang mendesak PT PLN segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi pemadaman listrik Singkawang yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan, hingga perekonomian daerah, terutama pelaku UMKM.
Ketua Komisi II DPRD Kota Singkawang Harry Sarasati Widha S mengatakan, pemadaman bergilir yang berlangsung selama beberapa jam telah menghambat kegiatan rumah tangga dan usaha. Menurutnya, Singkawang sebagai kota jasa dan pariwisata sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
"Singkawang merupakan kota jasa dan pariwisata. Pemadaman listrik berkepanjangan tentu berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang bergantung pada pasokan listrik," katanya dilansir Antara.
Baca Juga: Rugikan Masyarakat, DPRD Minta PLN Segera Cari Solusi Pemadaman Bergilir
Dampak Pemadaman Mulai Dirasakan Pelaku Usaha
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aktivitas ekonomi di sejumlah pusat usaha mulai terganggu. Pelaku usaha di kawasan Pasar Hongkong, warung makan, kedai kopi, hingga industri rumahan mengalami penurunan omzet karena operasional tidak berjalan normal.
Selain menghambat aktivitas usaha, pemadaman juga meningkatkan risiko kerusakan bahan baku makanan yang disimpan di lemari pendingin. Berbagai peralatan elektronik rumah tangga dan usaha pun tidak dapat digunakan selama listrik padam.
Harry mempertanyakan pihak yang akan bertanggung jawab atas kerugian finansial yang dialami masyarakat.
Baca Juga: Di Tengah Isu Pemadaman Bergilir, PLN Pastikan Tarif Listrik Juli–September 2026 Tidak Naik
Transaksi Digital Ikut Terdampak
Harry menilai listrik telah menjadi kebutuhan utama di tengah digitalisasi ekonomi. Ketika pasokan listrik terhenti dalam waktu lama, transaksi digital, operasional usaha, hingga pelayanan kepada konsumen ikut terganggu.
Karena itu, DPRD meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan dan langkah percepatan pemulihan sistem kelistrikan. DPRD juga mengingatkan agar hak-hak pelanggan tetap diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Masyarakat selalu memenuhi kewajibannya membayar tagihan listrik tepat waktu. Karena itu, ketika terjadi gangguan pelayanan, PLN juga harus bertanggung jawab dan memberikan kompensasi sesuai ketentuan kepada pelanggan yang terdampak," kata Harry.
PLN Prioritaskan Rumah Sakit dan Layanan Publik
Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang Made Hary Palguna mengatakan, rumah sakit dan kantor pelayanan publik menjadi prioritas penyaluran listrik selama gangguan pada sistem pembangkit masih berlangsung.
Menurutnya, proses perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (2/7). Namun, pasokan listrik belum sepenuhnya pulih sehingga pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam masih diberlakukan di beberapa wilayah.
"Proses perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (2/7), namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," katanya.
Made menambahkan, PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik di Kota Singkawang kembali normal.
Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kalbar Berlanjut, Ini Penjelasan Bahlil soal Pasokan Batu Bara untuk PLN
Sejumlah Wilayah Mengalami Pemadaman Bergilir
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman listrik pada Sabtu terjadi di sejumlah kawasan Kota Singkawang. Wilayah yang terdampak antara lain Jalan Alianyang, Pelangi, Terminal Induk, Kuala, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Ahmad Yani.
Di beberapa lokasi, pemadaman bergilir berlangsung antara lima hingga tujuh jam. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga, usaha kecil, hingga pelayanan berbasis listrik belum dapat berjalan secara normal.*
Editor : Uray Ronald