Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kisah "Hijrah" Spiritual di Panti Rehabilitasi Bersinar Singkawang: Membasuh Luka Masa Lalu lewat Doa Bersama

Hari Kurniathama • Senin, 6 Juli 2026 | 08:00 WIB
Kegiatan pembinaan keagamaan di Panti Rehabilitasi Bersinar Singkawang.
Kegiatan pembinaan keagamaan di Panti Rehabilitasi Bersinar Singkawang.

 

PONTIANAK POST - Di dalam sebuah ruangan yang hangat di Panti Rehabilitasi Narkoba “Bersinar” Singkawang, suasana mendadak hening. Bukan keheningan yang mencekam, melainkan sebuah jeda penuh khidmat saat belasan pasang mata tertunduk, beberapa di antaranya tampak berkaca-kaca. Hari itu, mereka sedang menjemput kembali bagian dari diri mereka yang sempat hilang: spiritualitas dan harapan.

Kegiatan pembinaan keagamaan yang digelar baru-baru ini bukan sekadar agenda rutin di atas kertas. Bagi para residen (peserta rehabilitasi), momen ini adalah oase di tengah perjuangan berat mereka melawan ketergantungan.

​Selama ini, publik kerap melihat pemulihan dari narkoba hanya sebatas detoksifikasi medis. Namun, hadirnya Penyuluh Agama Islam dari KUA Singkawang Tengah di tengah-tengah mereka menegaskan satu hal: jiwa pun butuh disembuhkan.

Baca Juga: Kontingen Korma Singkawang Resmi Dilepas, Optimistis Raih Prestasi di Tingkat Provinsi

​“Rehabilitasi itu bukan sekadar memulihkan fisik agar tidak sakau lagi. Ini tentang memulihkan mental dan spiritual. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, ada benteng baru yang dibangun di dalam hati mereka,” ujar sang narasumber.

​Dalam sesi diskusi yang interaktif, materi tentang indahnya taubat, konsistensi ibadah, dan perbaikan akhlak disampaikan bukan dengan nada menghakimi, melainkan merangkul. Para peserta diajak membasuh luka masa lalu lewat doa bersama yang menggetarkan hati.

​Dinding panti menjadi saksi runtuhnya ego ketika para peserta mulai terbuka. Mereka saling berbagi cerita, menumpahkan keluh kesah, dan menyemangati satu sama lain. Kata "hijrah" yang sering terdengar di luar sana, kini benar-benar mereka rasakan getarannya di dalam ruangan ini.

​Sebuah pesan mendalam dari penyuluh agama malam itu seolah menjadi jangkar bagi berkecamuknya rasa bersalah yang selama ini menghantui mereka:

Baca Juga: KPU Singkawang Mutakhirkan 179 Ribu Data Pemilih untuk Pemilu Mendatang

​“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Masa lalu kalian bukanlah akhir dari segalanya. Yang terpenting sekarang adalah tekad hari ini—untuk memperbaiki diri, menjaga iman, dan terus melangkah maju.”

​Antusiasme para peserta memperlihatkan dengan jelas bahwa mereka tidak ingin selamanya dicap sebagai "korban" atau "pesakitan". Ada kerinduan yang besar untuk kembali ke pelukan keluarga dan diterima oleh masyarakat sebagai manusia baru yang bermanfaat.

​Melalui pendekatan spiritual yang humanis ini, Panti Rehabilitasi "Bersinar" bersama para mitra keagamaan di Singkawang berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya bersih dari zat adiktif, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan akhlak yang mulia.

​Ketika program berakhir dan pintu panti terbuka untuk kepulangan mereka nanti, mereka tidak lagi berjalan di bawah bayang-bayang hitam masa lalu, melainkan melangkah tegak menjemput masa depan yang jauh lebih bersinar. (har)

Editor : Hanif
#panti #pembinaan spiritual #narkoba #singkawang #Rehabilitasi