Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ojol Singkawang Mengaku Pendapatan Turun 50 Persen akibat Pemadaman Listrik Bergilir

Uray Ronald • Kamis, 9 Juli 2026 | 03:24 WIB
Kegiatan hearing Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang bersama PT PLN (Persero) UP3 Singkawang di DPRD Kota Singkawang, Rabu (8/7). (ANTARA/Narwati)
Kegiatan hearing Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang bersama PT PLN (Persero) UP3 Singkawang di DPRD Kota Singkawang, Rabu (8/7). (ANTARA/Narwati)

 

PONTIANAK POST – Pengemudi ojek daring (ojol) di Kota Singkawang mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat operasional aplikasi transportasi daring, tetapi juga membuat sejumlah restoran mitra layanan pesan antar menghentikan aktivitasnya.

Keluhan tersebut disampaikan perwakilan pengemudi ojol Singkawang, Sukri, dalam rapat dengar pendapat yang difasilitasi DPRD Kota Singkawang bersama Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang dan PT PLN (Persero) UP3 Singkawang di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (8/7).

Baca Juga: PLN Kalbar Targetkan Sistem Kelistrikan Pulih Normal pada 11 Juli, Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir

Pendapatan Ojol Turun hingga Separuh

Sukri mengatakan dampak pemadaman listrik sangat dirasakan para pengemudi karena berkurangnya jumlah pesanan yang masuk melalui aplikasi.

"Dampaknya sangat terasa, yaitu turunnya pendapatan," kata Sukri dilansir Antara.

Menurutnya, pemadaman listrik menyebabkan jaringan telekomunikasi terganggu sehingga aplikasi sulit menerima pesanan. Kondisi tersebut diperparah dengan berhentinya operasional sejumlah restoran mitra yang tidak memperoleh pasokan listrik.

Akibatnya, pengemudi kerap mengalami kerugian setelah menempuh perjalanan menuju lokasi restoran, tetapi pesanan tidak dapat diproses karena tempat usaha tutup.

"Kadang kami sudah menempuh perjalanan cukup jauh, ternyata restoran tutup karena listrik padam. Kami rugi waktu dan bahan bakar," ujarnya.

Sukri menyebut rata-rata pendapatan pengemudi turun hingga 50 persen selama pemadaman bergilir berlangsung. Bahkan, ada pengemudi yang tidak memperoleh pesanan sama sekali dalam satu hari.

Baca Juga: PLN Berusaha Percepat Pemulihan Kelistrikan Kalbar, Durasi Pemadaman Mulai Berkurang

Tak Hanya Kehilangan Penghasilan

Selain kehilangan pendapatan, para pengemudi mengaku penilaian kinerja di aplikasi turut terdampak. Berkurangnya jumlah pesanan membuat aktivitas operasional tidak berjalan normal sehingga memengaruhi performa akun mereka.

Menurut Sukri, dampak ekonomi akibat pemadaman seharusnya menjadi perhatian bersama karena tidak hanya dirasakan pelanggan listrik, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada layanan digital.

Ojol Minta Ada Bantuan bagi Pekerja Terdampak

Dalam rapat tersebut, para pengemudi meminta PLN tidak hanya mengacu pada skema kompensasi bagi pelanggan listrik, tetapi juga mempertimbangkan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat pemadaman.

"Kalau kompensasi pelanggan listrik sudah ada aturannya. Tetapi bagaimana dengan kami sebagai pekerja ojol yang pendapatannya ikut terdampak? Kami berharap ada solusi atau bentuk bantuan sehingga kami juga bisa bertahan memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.

Sukri mengatakan pihak PLN menyampaikan usulan tersebut akan diteruskan kepada manajemen yang lebih tinggi. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk maupun mekanisme bantuan bagi pengemudi ojol yang terdampak.

Baca Juga: Dua Ikan Arwana Mati Akibat Listrik Padam, PLN Singkawang Dituntut Ganti Rugi Rp40 Juta

PLN Targetkan Pemulihan Listrik Selesai 11 Juli

Menanggapi keluhan masyarakat, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada sistem suplai pembangkit yang memasok kebutuhan listrik Kota Singkawang.

Menurutnya, proses perbaikan telah dilakukan secara bertahap, namun pasokan belum dapat kembali normal sehingga manajemen beban masih diterapkan di sejumlah wilayah.

PLN menargetkan pemulihan sistem selesai pada 11 Juli 2026 serta memprioritaskan penyaluran listrik ke rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik selama masa perbaikan.

Baca Juga: DPRD Kalbar Minta PLN Transparan Soal Penyebab Pemadaman Listrik, UMKM Dinilai Paling Terdampak

Dampak Pemadaman Menjangkau Sektor Ekonomi Digital

Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kota Singkawang, perwakilan PLN UP3 Singkawang menyatakan usulan pemberian bantuan bagi pengemudi ojol yang terdampak akan diteruskan kepada manajemen di tingkat yang lebih tinggi untuk menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.

Hingga rapat berakhir, PLN belum menyampaikan kepastian mengenai bentuk maupun mekanisme bantuan yang dapat diberikan kepada pengemudi yang kehilangan pendapatan akibat pemadaman listrik.

Keluhan pengemudi ojol menunjukkan bahwa pemadaman listrik tidak hanya memengaruhi pelanggan rumah tangga, tetapi juga aktivitas ekonomi digital yang bergantung pada jaringan listrik dan telekomunikasi.

Bagi banyak pengemudi, berkurangnya pesanan berarti berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.*

Editor : Uray Ronald
#PLN Singkawang #ojol Singkawang #pendapatan ojol #pemadaman listrik #DPRD Singkawang