PONTIANAK POST – Masyarakat Adat Dayak Salako di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, kembali menggelar Ritual Adat Sam Sam atau yang dikenal sebagai Tutup Kampung pada Jumat (10/7/2026). Tradisi turun-temurun ini menjadi bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan adat.
Pelaksanaan ritual yang semula dijadwalkan pada akhir Juni tersebut mengalami penyesuaian waktu berdasarkan kesepakatan para pengurus adat.
Baca Juga: Bupati Ketapang Hadiri Ritual Adat Menjangkap Buah, Tradisi Dayak Menjaga Hutan Adat
Ritual Dimulai di Gunung Padagi Bagak Sahwa
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 10.00 WIB di kawasan Gunung Padagi Bagak Sahwa dengan pelaksanaan ritual adat yang dipimpin Kakeng selaku pelaksana ritual. Prosesi tersebut didampingi Ketua Adat Kelurahan Mayasopa, Yanto Y.F. Tokey.
Kegiatan juga dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Mayasopa Bripka Suryo, pengurus adat, perwakilan ketua RT, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Adat Dayak Salako.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam mendukung pelestarian tradisi lokal.
Baca Juga: Ritual Adat dan Misa Syukur Buka Gawe Dayak Naik Dango Singkawang
Prosesi Tutup Kampung Berlangsung Hingga Minggu Pagi
Memasuki malam hari, ritual dilanjutkan dengan prosesi nyaek atau penutupan kampung pada pukul 19.00 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB dilakukan penutupan sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Sebakuan, Jalan Gambir, dan Jalan Senggang di wilayah Kelurahan Mayasopa.
Penutupan akses jalan tersebut berlangsung hingga Minggu pukul 06.00 WIB sebagai bagian dari tata cara adat yang telah disepakati dan dihormati masyarakat setempat.
Ritual Sarat Makna Spiritual dan Kebersamaan
Bagi masyarakat Adat Dayak Salako, Ritual Sam Sam bukan sekadar tradisi seremonial. Ritual ini memiliki makna spiritual sebagai bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Melalui ritual tersebut, masyarakat juga memohon agar seluruh warga dijauhkan dari marabahaya, wabah penyakit, bencana, maupun berbagai gangguan yang dapat mengganggu ketenteraman kehidupan bermasyarakat.
Warisan Budaya yang Terus Dijaga
Pelaksanaan Ritual Adat Sam Sam juga menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Adat Dayak Salako.
Nilai gotong royong, saling menghormati, dan keharmonisan antara manusia dengan alam yang terkandung dalam ritual ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Tradisi Tutup Kampung tidak hanya memperkokoh jati diri masyarakat Adat Dayak Salako, tetapi juga memperkaya keberagaman budaya yang dimiliki Kota Singkawang serta menjadi warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.
Editor : Uray Ronald