PONTIANAK POST - Sebanyak 715 guru mengaji Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menerima bantuan insentif tahap pertama dari Pemerintah Kota Singkawang. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran guru mengaji dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan membina karakter generasi muda.
Penyerahan bantuan dilakukan di Masjid Agung Nurul Islam Singkawang, Minggu, oleh Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin. Program ini didanai melalui hibah Pemerintah Kota Singkawang Tahun Anggaran 2026 yang disalurkan kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Singkawang.
Baca Juga: Tjhai Chui Mie Serahkan Hibah untuk Tiga Rumah Ibadah Saat Safari Ramadan di Masjid Agung Singkawang
Penyaluran Tahap Kedua Siapkan Sekitar 300 Guru Mengaji
Muhammadin mengatakan jumlah penerima bantuan akan bertambah pada penyaluran tahap kedua yang menyasar sekitar 300 guru mengaji tradisional.
"Insyaallah, penyaluran akan dilanjutkan pada tahap kedua untuk sekitar 300 guru mengaji tradisional. Bahkan jumlah penerima masih berpotensi bertambah," katanya.
Dengan penyaluran dua tahap tersebut, Pemerintah Kota Singkawang menargetkan lebih dari 1.000 guru mengaji menerima bantuan insentif pada 2026.
Pemkot Alokasikan Hibah Rp400 Juta
Muhammadin mengatakan pemerintah kota mengalokasikan dana hibah sekitar Rp400 juta kepada BKPRMI Kota Singkawang pada tahun ini.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional pembinaan guru mengaji serta penyelenggaraan pendidikan Al-Qur'an di Kota Singkawang.
Baca Juga: Singkawang Salurkan Hibah Tiga Rumah Ibadah, Makin Kuatkan Toleransi Antarumat
Bentuk Apresiasi bagi Guru Mengaji
Menurut Muhammadin, insentif yang diberikan merupakan penghargaan atas dedikasi para guru mengaji yang selama ini membimbing anak-anak dan remaja membaca Al-Qur'an sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak.
"Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah yang tidak hanya menjanjikan, tetapi melaksanakan dukungan terhadap pendidikan keagamaan, memperkuat pembinaan karakter generasi muda yang berakhlak mulia, serta menumbuhkan generasi Qurani yang mampu membaca, memahami, dan mencintai Al Quran," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI Kota Singkawang yang terus melakukan pembinaan terhadap guru mengaji dan memperkuat pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Administrasi Guru Mengaji Diminta Lebih Tertib
Selain menyalurkan insentif, Muhammadin berharap BKPRMI Kota Singkawang meningkatkan sinergi dengan Kementerian Agama dalam memfasilitasi penerbitan maupun perpanjangan administrasi lembaga TPQ dan guru mengaji.
Menurut dia, administrasi yang tertib akan memastikan seluruh penerima bantuan terdata dengan baik sehingga penyaluran insentif dapat dilakukan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.
"Administrasi yang tertib akan mendukung penyaluran bantuan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat keberlanjutan program pembinaan pendidikan keagamaan di Kota Singkawang," ujarnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara