PONTIANAK POST – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang kembali menggelar program literasi digital Kominfo Masuk Kelas 2026 selama 13–17 Juli. Kegiatan yang memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu menyasar siswa baru di lima SMP, yakni SMPN 5, SMPN 8, SMPN 9, SMP Barito, dan SMP Santo Tarsisius.
Kepala Diskominfo Singkawang, Chantal Novyanti, mengatakan literasi digital perlu ditanamkan sejak awal agar pelajar memiliki bekal menghadapi tantangan di dunia digital.
"Kominfo memiliki peran memberikan edukasi dan literasi, tetapi pembinaan dan pengawasan sehari-hari adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat," tegas Vivi.
Selama kegiatan, Diskominfo menemukan masih banyak pelajar yang belum bijak menggunakan media sosial, seperti menyebarkan informasi tanpa verifikasi serta menghabiskan waktu berlebihan untuk hiburan digital yang kurang mendukung perkembangan akademik maupun psikologis.
Melalui program tersebut, siswa dibekali pemahaman tentang etika dan keamanan bermedia sosial, mulai dari mencegah perundungan siber, menghindari ujaran kebencian, menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing", hingga menjaga kerahasiaan data pribadi.
Selain itu, siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya judi online, termasuk berbagai modus yang menyasar anak muda melalui permainan daring, media sosial, maupun pesan berantai.
Diskominfo menegaskan akan terus mengembangkan program literasi digital dengan pendekatan yang lebih kreatif agar mudah diterima generasi Z dan Alpha.
Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, dan orang tua, diharapkan pelajar Singkawang menjadi pengguna teknologi yang cerdas, aman, dan beretika.(har)
Editor : Hanif