PONTIANAK POST – Para pengguna jalan di Kota Singkawang kini tidak bisa lagi abai terhadap aturan lalu lintas. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Singkawang resmi mengaktifkan kembali pengeras suara (TOA) yang terintegrasi langsung dengan kamera pengawas (CCTV) di Simpang Empat Jalan Diponegoro. Langkah ini diambil sebagai shock therapy digital untuk memperketat pengawasan dan menekan angka pelanggaran di jalan raya.
Perangkat pengawas ini sebenarnya sudah lama terpasang, namun sempat "mati suri" akibat kendala teknis.
Setelah melalui perbaikan menyeluruh oleh tim teknis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang, sistem pemantauan kini beroperasi 100 persen dengan performa yang lebih responsif.
"Delay suara kini sangat minim. Jadi, begitu ada pengendara yang melanggar garis stop atau tidak menggunakan helm, petugas di Traffic Control Room (TCR) bisa langsung menegur mereka saat itu juga," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Eko Susanto, usai acara relaunching bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Singkawang.
Keberhasilan mengaktifkan kembali sistem ini merupakan hasil kolaborasi erat antar-instansi. Diskominfo Singkawang melakukan perombakan total, mulai dari peningkatan kualitas visual kamera, optimalisasi audio, penguatan jaringan internet, sistem penyimpanan data, hingga respons kendali pergerakan CCTV.
Hasilnya pun signifikan. Dalam uji coba terakhir, jeda waktu (delay) pengiriman suara dari ruang kendali ke speaker persimpangan terpangkas drastis. Kecepatan respon ini krusial agar penindakan persuasif berupa teguran lisan dapat memberikan efek jera seketika di lokasi kejadian.
Menariknya, teknologi ini tidak hanya dirancang untuk "mengintai" para pelanggar lalu lintas. Pemerintah Kota Singkawang memproyeksikan infrastruktur ini sebagai media komunikasi publik yang multifungsi.
Baca Juga: Cara Menanyakan Nama yang Terlupa Tanpa Menyinggung Perasaan
Nantinya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkot Singkawang dapat memanfaatkan pengeras suara ini untuk menyebarkan informasi strategis, mulai dari sosialisasi program daerah hingga pengumuman agenda kegiatan kota secara langsung kepada masyarakat yang sedang berhenti di lampu merah.
Dengan aktifnya sistem pintar ini, wajah lalu lintas Kota Singkawang diharapkan menjadi lebih tertib, aman, dan modern berbasis teknologi. (har)
Editor : Miftahul Khair