Tjhai Chui Mie Tegaskan Peran Strategis Tenaga Kesehatan Dukung Pembangunan Kesehatan di Singkawang

Hari Kurniathama • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:16 WIB
 Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Pontianak Kampus Singkawang.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Pontianak Kampus Singkawang.

PONTIANAK POST – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan peran strategis tenaga kesehatan (nakes) dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan dan mewujudkan masyarakat yang sehat.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan kuliah umum yang digelar Poltekkes Kemenkes Pontianak Kampus Singkawang, Senin (27/7). Kegiatan mengangkat tema “Arah Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Tenaga Kesehatan dan Keperawatan Menuju Cita-Cita serta Peran Strategis Tenaga Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan Indonesia.”

Dalam paparannya, Tjhai Chui Mie menyampaikan berbagai kebijakan Pemerintah Kota Singkawang dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan. Upaya tersebut meliputi peningkatan pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, penguatan sumber daya manusia kesehatan, serta sinergi dengan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Baca Juga: Krisantus Kurniawan Tegaskan Peran Strategis Pesantren dalam Mencetak Generasi Berkarakter di Kalbar

“Pemerintah Kota Singkawang terus berkomitmen memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Kami juga mendorong adanya link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah,” katanya.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Terlebih, tantangan sektor kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari penyakit tidak menular, kesehatan mental, hingga transformasi digital dalam layanan kesehatan.

Karena itu, mahasiswa keperawatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika profesi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya hebat secara ilmu, tetapi juga memiliki hati. Karena tugas kalian adalah melayani, menyembuhkan, dan memberikan harapan kepada masyarakat,” pesannya.

Melalui kuliah umum tersebut, para mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan lebih luas mengenai arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional dan daerah. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (har)

Editor : Hanif
peran strategis tenaga kesehatan singkawang Tjhai Chui Mie Pembangunan Kesehatan