Singkawang Dinilai Jadi Inspirasi Toleransi Beragama, FGD MORA Dorong Penguatan Harmoni Sosial Berkelanjutan

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:20 WIB
Wihara Tri Dharma Bumi Raya, wihara tertua di Singkawang ini pernah terbakar dan sempat dilaran Belanda untuk dibangun kembali (DOK WIKIPEDIA)
Wihara Tri Dharma Bumi Raya, wihara tertua di Singkawang ini pernah terbakar dan sempat dilaran Belanda untuk dibangun kembali (DOK WIKIPEDIA)

PONTIANAK POST - Foucs Group Discussion (FGD) Penelitian MORA The Asia Foundation Tahun 2026 di Kota Singkawang menjadi wadah memperkuat toleransi dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan yang digelar di Hotel Wahana Singkawang, Rabu (29/7/2026), diinisiasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

FGD dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta Polres Singkawang yang diwakili Kanit III Sat Intelkam Polres Singkawang, IPDA Efesus, S.H.

Forum tersebut mengangkat tema "Praktik Humanisme Religius dalam Komunitas Beragama di Kalimantan Barat: Memperkuat Toleransi, Etika, Kemanusiaan dan Harmoni Sosial untuk Pembangunan Nasional." Melalui diskusi itu, peserta berbagi pengalaman, pandangan, dan masukan mengenai upaya menjaga kehidupan beragama yang damai dan saling menghormati di Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang.

Baca Juga: Realisasi Belanja APBN di Wilayah KPPN Singkawang Capai 56,39 Persen, Penyaluran TKD Tembus 53,16 Persen

Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof. Dr. Zaenuddin, M.A., mengatakan pengalaman masyarakat Kota Singkawang dalam membangun hubungan lintas agama diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

"Karena pengalaman Kota Singkawang dalam membangun hubungan lintas agama selama ini layak menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, meski kondisi masyarakat saat ini dinilai aman dan harmonis, berbagai dinamika sosial tetap perlu diantisipasi melalui komunikasi serta penguatan nilai-nilai toleransi secara berkelanjutan.

Prof. Zaenuddin juga mengingatkan predikat Kota Singkawang sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia yang telah diraih empat kali berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) versi SETARA Institute merupakan capaian yang harus terus dijaga bersama.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan, menghargai perbedaan, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

"Komunikasi, dialog, dan penguatan nilai-nilai toleransi harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar harmoni yang telah terbangun tetap terjaga," katanya.(hms/ant)

 

Editor : Rafael B. Junior
FGD MORA 2026 toleransi harmoni sosial singkawang IAIN