PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Singkawang pada 31 Agustus 2026.
Pelaksanaan MPLS tersebut dilakukan setelah Pemprov Kalbar memperoleh persetujuan dari Kementerian Sosial.
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson mengatakan MPLS Sekolah Rakyat Singkawang akan digelar bersamaan dengan Sekolah Rakyat Kota Pontianak.
"Untuk MPLS kita disetujui dilaksanakan tanggal 31 Agustus 2026 bersama Sekolah Rakyat Kota Singkawang," kata Harisson di Pontianak, Selasa (4/8).
Jadwal tersebut menjadi target pemerintah sambil menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Mulai dari pembangunan fasilitas, rekrutmen tenaga pendidik, hingga kelengkapan administrasi.
Baca Juga: Kemensos Sosialisasikan Sekolah Rakyat di Singkawang, Kejar Target Kuota 270 Siswa
Persetujuan Pemindahan Sekolah Rakyat Masih Lisan
Harisson menjelaskan rencana perpindahan operasional Sekolah Rakyat Singkawang ke lokasi baru sejauh ini baru memperoleh persetujuan secara lisan dari Kementerian Sosial.
Persetujuan tertulis dari kementerian masih menunggu diterbitkan.
Kondisi tersebut membuat Pemprov Kalbar memilih pelaksanaan MPLS pada akhir Agustus. Pemerintah sekaligus menunggu proses administrasi dan kesiapan sarana diselesaikan.
Pemprov Kalbar Gelar Rapat Persiapan MPLS
Pemprov Kalbar akan menggelar rapat koordinasi pada pekan ini. Rapat melibatkan Dinas Sosial Kota Singkawang dan organisasi perangkat daerah terkait.
Pembahasan akan difokuskan pada kesiapan operasional Sekolah Rakyat menjelang MPLS.
Salah satu agenda penting adalah memastikan ketersediaan tenaga pendidik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Guru hingga Pengelola Asrama Disiapkan
Selain tenaga pendidik, pemerintah juga mempersiapkan wali asuh dan pengelola asrama.
Namun, proses rekrutmen tenaga tersebut masih dilakukan oleh Kementerian Sosial.
Harisson mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan agar seluruh kebutuhan operasional terpenuhi sebelum peserta didik mulai mengikuti kegiatan belajar.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Optimistis Sekolah Rakyat Singkawang Mulai Beroperasi pada September 2026
Pembangunan Fasilitas Sekolah Rakyat Singkawang Capai 91 Persen
Dari sisi pembangunan, progres fasilitas Sekolah Rakyat Singkawang telah mencapai lebih dari 91 persen. Meski demikian, sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan.
Fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebelum seluruh pekerjaan selesai. Kondisi ini menjadi salah satu pekerjaan yang harus dikejar pemerintah sebelum MPLS berlangsung.
Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Kalbar Segera Nikmati Ruang Belajar yang Lebih Layak di Singkawang
Pemprov Kalbar Kejar Kesiapan Sebelum Siswa Masuk
Harisson berharap seluruh proses pembangunan dapat selesai sesuai jadwal. Pemerintah juga mengejar penyelesaian rekrutmen tenaga pendidik dan pengasuh serta kelengkapan administrasi.
"Kita berharap seluruh proses pembangunan, rekrutmen tenaga pendidik dan pengasuh, serta kelengkapan administrasi dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga kegiatan MPLS pada 31 Agustus dapat berlangsung lancar," katanya.
Target tersebut penting karena MPLS menjadi tahap awal peserta didik mengenal lingkungan Sekolah Rakyat sebelum kegiatan belajar berjalan.
Bagi pemerintah, kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar proses pendidikan dapat dimulai tanpa kendala.
Jadwal MPLS Jadi Target Penyelesaian Persiapan
Dengan jadwal MPLS ditetapkan pada 31 Agustus 2026, Pemprov Kalbar memiliki waktu untuk menuntaskan sejumlah pekerjaan yang masih berjalan.
Pembangunan fasilitas, tenaga pendidik, wali asuh, pengelola asrama, dan administrasi menjadi bagian yang harus dipastikan siap.
Pemerintah berharap seluruh proses tersebut selesai tepat waktu sehingga peserta didik Sekolah Rakyat Singkawang dapat mengikuti MPLS dengan lancar.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara