PONTIANAK POST – Kota Singkawang berpeluang menjadi pusat pengembangan riset pertanian dan teknologi di Kalimantan Barat setelah Aliansi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok menyatakan rencana membangun sejumlah laboratorium riset di daerah tersebut. Pembahasan kerja sama itu berlangsung dalam rapat antara Pemerintah Kota Singkawang dan delegasi Tiongkok yang dipimpin Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (3/8/2026).
Rencana tersebut mencakup pengembangan sektor pertanian, pangan, peternakan, hingga pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari upaya memperkuat investasi dan inovasi di Kota Singkawang.
Target Perencanaan Rampung Mei 2027
Perwakilan Aliansi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok, Mr Jay, mengatakan seluruh perencanaan pembangunan laboratorium ditargetkan selesai paling lambat pada 20 Mei 2027.
Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan sektor pertanian. Karena itu, selain membangun laboratorium riset, pihaknya juga akan mengembangkan laboratorium pengujian kualitas air, memetakan sumber air bersih di Kota Singkawang, serta menghadirkan teknologi pengolahan air limbah.
"Seluruh detail laboratorium akan kami finalisasi paling lambat 20 Mei 2027. Pasokan air yang memadai menjadi faktor utama bagi keberhasilan sektor pertanian. Karena itu kami juga akan membangun laboratorium penguji kualitas air kota, melakukan pencarian data sumber air bersih di Kota Singkawang, serta menghadirkan teknologi pengolahan air limbah," kata Mr Jay.
Baca Juga: Atlet Singkawang Winda Wahyuni Bawa Pulang Emas Tinju Internasional dari Malaysia
Laboratorium Fokus pada Pangan, Energi, dan Hilirisasi
Mr Jay menjelaskan laboratorium yang akan dikembangkan meliputi Laboratorium Protein Hewan dan Teknologi Pangan, Laboratorium Pengumpulan Energi Baru Berbasis Kelapa Sawit, serta Laboratorium Peningkatan Nilai Tambah Produk Tanaman dan Buah di Kalimantan Barat.
Keberadaan fasilitas riset tersebut diharapkan mendukung pengembangan inovasi pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Delegasi Tiongkok Tawarkan Sistem Peternakan Modern
Dalam pertemuan yang sama, perwakilan Shanghai Extra Machinery, Profesor Yang, menawarkan sistem peternakan modern berbasis teknologi yang terintegrasi.
Teknologi tersebut mencakup sistem IoT Netfarm, penyimpanan dan transportasi hasil peternakan, sistem produksi babi, peternakan ayam petelur dan ayam pedaging, peternakan ternak lainnya, hingga sistem produksi akuakultur.
"Kami siap menyediakan sistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari sistem IoT Netfarm, sistem penyimpanan dan transportasi, sistem produksi babi, peternakan ayam petelur dan ayam pedaging, ternak lainnya, hingga sistem produksi akuakultur," ujar Profesor Yang.
Pemkot Singkawang Siap Dukung Perizinan dan Data
Menanggapi rencana tersebut, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan Pemerintah Kota Singkawang menyambut baik peluang investasi yang dinilai mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap menyediakan seluruh data yang dibutuhkan serta memfasilitasi proses perizinan agar pembangunan laboratorium dapat segera direalisasikan.
"Kami siap membantu menyediakan seluruh data yang diperlukan dan memfasilitasi proses perizinan agar pembangunan laboratorium ini dapat segera terealisasi," ujar Tjhai Chui Mie.
Menurutnya, pembahasan secara langsung menjadi langkah penting agar seluruh kebutuhan investasi dapat dipahami secara menyeluruh.
"Kalau kita tidak melihat langsung, maka kita tidak akan tahu. Karena itu, kami ingin mengetahui apa saja yang diperlukan untuk membangun laboratorium tersebut," katanya.
Pemkot Dorong Realisasi Investasi Secepatnya
Tjhai Chui Mie mengungkapkan dirinya juga berencana bertemu dengan investor pada malam hari untuk membahas percepatan realisasi pembangunan laboratorium tersebut.
"Rencananya malam ini saya akan bertemu dengan Pak Leo. Saya memang belum mendapatkan jadwal pastinya. Jika memungkinkan, saya ingin membahas pembangunan laboratorium ini. Harapan kami, kalau bisa pembangunannya segera dimulai. Semakin cepat dibangun, tentu akan semakin baik," ujarnya.
Wali Kota berharap kerja sama tersebut segera menghasilkan investasi baru di Kota Singkawang yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, serta menekan angka pengangguran di daerah.*
Editor : Uray RonaldSumber : MC SINGKAWANG