PONTIANAK POST - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Singkawang terus menunjukkan perkembangan hingga akhir triwulan kedua 2026. Sebanyak 21 persen penduduk Kota Singkawang telah memanfaatkan layanan tersebut, sementara Pemerintah Kota Singkawang memperluas cakupan pemeriksaan melalui penguatan deteksi dini tuberkulosis (TBC).
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Singkawang, dr. Achmad Hardin, mengatakan capaian tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Hingga akhir triwulan kedua tahun 2026, sekitar 21 persen masyarakat Kota Singkawang telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis. Kami terus berupaya meningkatkan cakupan layanan meskipun masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan,” kata Achmad Hardin, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Dinkes Pontianak Hadirkan Mobile CKG untuk Dekatkan Layanan Kesehatan ke Masyarakat
Tenaga Kesehatan dan Jaringan Internet Masih Menjadi Tantangan
Menurut Achmad Hardin, pelaksanaan Program CKG Singkawang masih menghadapi sejumlah kendala. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan tenaga kesehatan (nakes), peralatan medis, sarana dan prasarana pendukung, serta gangguan jaringan internet yang memengaruhi sistem pendataan berbasis aplikasi.
Meski demikian, Pemerintah Kota Singkawang tetap berkomitmen memperluas jangkauan layanan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Deteksi Dini TBC Diperkuat Melalui Pemeriksaan Gula Darah
Pemeriksaan dalam Cek Kesehatan Gratis Singkawang kini tidak hanya berfokus pada penyakit tidak menular. Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang juga memperkuat deteksi dini penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC).
Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah analisis kadar gula darah. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengidentifikasi masyarakat yang berisiko mengalami diabetes karena penyakit tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi TBC.
“Melalui pemeriksaan kadar gula darah, kami dapat mengetahui apakah seseorang memiliki indikasi diabetes. Jika ditemukan, penanganan akan segera dilakukan agar kondisinya tidak berkembang dan meningkatkan risiko terinfeksi TBC,” jelasnya.
Selain penanganan medis, petugas kesehatan juga memberikan edukasi serta dukungan untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat, termasuk pemberian vitamin sesuai indikasi medis.
Baca Juga: Warga Pontianak Kini Bisa Cek Kesehatan Gratis Tanpa Harus Datang ke Puskesmas
Status Gizi Menjadi Perhatian dalam Pencegahan TBC
Achmad Hardin mengatakan status gizi masyarakat juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan TBC. Menurutnya, gizi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko seseorang terpapar TBC, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan lanjut usia.
Karena itu, Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang terus mengajak masyarakat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini. Dengan pemeriksaan lebih awal, peluang penanganan sebelum penyakit berkembang atau menimbulkan penularan menjadi lebih besar.
“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan investasi kesehatan masyarakat. Kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan ini agar kondisi kesehatannya dapat dipantau sejak dini, sehingga kualitas hidup masyarakat Singkawang terus meningkat,” katanya.*
Editor : Uray RonaldSumber : MC SINGKAWANG