PONTIANAK POST – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang Muhammad Sukri menyatakan dukungan terhadap wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat III sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan Singbebas (Singkawang, Bengkayang, dan Sambas).
Menurut Muhammad Sukri, kawasan Singbebas memiliki posisi strategis karena menjadi wilayah terdepan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur, konektivitas antarwilayah, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat perbatasan.
“Wacana pemekaran Dapil Kalbar III perlu dipandang sebagai upaya memperkuat representasi politik masyarakat perbatasan agar aspirasi pembangunan Singkawang, Bengkayang, dan Sambas dapat diperjuangkan secara lebih maksimal,” ujar Muhammad Sukri, Jumat (7/8).
Ia menegaskan, pemekaran dapil bukan sekadar persoalan administratif politik, tetapi bagian dari strategi menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan negara.
Sukri menjelaskan, ketiga daerah dalam kawasan Singbebas memiliki potensi yang saling melengkapi. Singkawang dikenal sebagai kota dengan kekuatan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa. Sambas memiliki kekayaan budaya Melayu, potensi pertanian, perikanan, serta kawasan perbatasan Aruk yang strategis.
Sementara itu, Bengkayang memiliki potensi sumber daya alam, wisata pegunungan, air terjun, serta kawasan perbatasan Jagoi Babang yang menjadi pintu penghubung Indonesia–Malaysia.
Menurutnya, apabila representasi politik kawasan perbatasan diperkuat melalui penataan dapil yang lebih proporsional, percepatan pembangunan dapat lebih terfokus pada kebutuhan masyarakat setempat.
“Kawasan perbatasan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam perencanaan pembangunan. Singbebas harus menjadi prioritas karena wilayah ini memiliki potensi ekonomi, pariwisata, budaya, dan pertahanan negara yang sangat strategis,” tegasnya.
HMI Cabang Singkawang juga mendorong pemerintah pusat, pemerintah provinsi, DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan membuka ruang dialog yang objektif dan partisipatif terkait wacana pemekaran Dapil Kalbar III.
Menurut Sukri, kajian yang komprehensif diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, ia menilai penguatan kawasan Singbebas akan berdampak positif terhadap peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, serta penguatan identitas kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia di Kalimantan Barat.
Ia berharap wacana tersebut tidak dipolitisasi untuk kepentingan jangka pendek, melainkan diarahkan pada tujuan pemerataan pembangunan, penguatan kawasan perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendukung wacana pemekaran Dapil Kalbar III demi terwujudnya pembangunan yang lebih merata, representasi politik yang lebih kuat, serta masa depan kawasan perbatasan Singbebas yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (har)
Editor : Miftahul Khair