Karhutla Singkawang: 4 Hektare Lahan Terbakar di Naram, Kapolres Turun Langsung Padamkan Api

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:07 WIB
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., terjun langsung ke lokasi kebakaran lahan di Jalan Bong Khun, RT.002/RW.001, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Rabu (12/8/2026). (Humas Polri)
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., terjun langsung ke lokasi kebakaran lahan di Jalan Bong Khun, RT.002/RW.001, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Rabu (12/8/2026). (Humas Polri)

 

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan di Jalan Bong Khun, RT 002/RW 001, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) tersebut berdampak pada lahan tanah mineral yang ditumbuhi semak belukar dan rerumputan kering.

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare.

Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., turun langsung ke lokasi bersama personel untuk memastikan penanganan berlangsung cepat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke wilayah sekitar.

Baca Juga: Karhutla Mengintai Singkawang, Kapolres Minta Warga Waspada dan Segera Laporkan Titik Api ke 110

Tim Gabungan Padamkan dan Dinginkan Titik Api

Setibanya di lokasi, AKBP Dody bersama Kapolsek Singkawang Utara AKP Sobitun, Wakapolsek Singkawang Utara Iptu Tarkadi, serta personel mengecek kondisi lahan yang terbakar.

Polres Singkawang kemudian bersinergi dengan Manggala Agni, BPKS Dwi Tunggal, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Naram dan Kelurahan Roban.

Tim gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih berpotensi terbakar.

Pendinginan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran susulan.

Upaya tersebut menjadi penting karena kondisi vegetasi di lokasi didominasi semak dan rerumputan yang telah mengering.

Titik Awal Api Diduga dari Pinggir Jalan Bong Khun

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari bagian tepi atau pinggiran Jalan Bong Khun.

Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Kondisi lahan yang kering serta cuaca panas pada musim kemarau dinilai dapat mempercepat penyebaran api.

Meski demikian, faktor tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut diperoleh.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas dan MPA Berjibaku Padamkan Karhutla di Singkawang, Selamatkan Lahan dari Kobaran Api

Akses ke Lokasi Kebakaran Cukup Sulit

Lokasi kebakaran tidak mudah dijangkau. Petugas harus melalui Jalan Bong Khun dari arah Jalan Demang Akub sejauh sekitar 2 kilometer menggunakan kendaraan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 800 meter menuju titik kebakaran.

Medan yang cukup sulit tidak menghentikan upaya petugas dan masyarakat dalam melakukan pemadaman.

Tim terus melakukan penanganan hingga memastikan titik api tidak kembali membesar.

BMKG Ingatkan Risiko Karhutla di Tengah Kemarau

Kebakaran di Naram terjadi ketika Indonesia memasuki periode puncak musim kemarau 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini berlangsung pada Juli hingga September. 

Dalam prakiraan periode 11–17 Agustus 2026, BMKG juga menyebut kondisi atmosfer semakin mendukung cuaca kering. Sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim telah memasuki musim kemarau berdasarkan perkembangan hingga akhir Juli. 

BMKG sebelumnya juga memperingatkan bahwa kondisi kemarau dan berkurangnya hujan dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Risiko Karhutla Meningkat, Manggala Agni Intensif Patroli dan Edukasi Warga di Singkawang, Sambas, dan Bengkayang

Kapolres Singkawang Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Kapolres Singkawang menegaskan penanganan kebakaran dilakukan sebagai langkah cepat untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Pemadaman juga ditujukan untuk mencegah api menjalar ke area lain yang berpotensi terdampak.

Kepolisian mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama ketika cuaca panas dan kondisi vegetasi mengering.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Pelaporan sejak dini dinilai dapat mempercepat penanganan sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

Karhutla Singkawang di Naram menjadi pengingat bahwa pencegahan membutuhkan respons cepat sekaligus kewaspadaan masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Humas Polri
kebakaran lahan Kalbar karhutla Singkawang karhutla Naram musim kemarau Singkawang Kapolres Singkawang