PONTIANAK POST- Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat rata-rata nasional akses sanitasi layak di Indonesia baru mencapai 85,37 persen, dengan masih banyak wilayah padat perkotaan yang belum memenuhi angka tersebut. Sementara WHO pada November 2025 menegaskan lebih dari 30 juta orang Indonesia masih belum memiliki akses sanitasi yang dikelola dengan aman.
Merespons kondisi ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero melalui salah satu program PNM Peduli yakni Madani Sanitasi, membangun dua unit MCK umum dan pengadaan enam unit bak sampah di Desa Wisata Nyarumkop, RT 001 RW 002, Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur Kota Singkawang. Program ini berkolaborasi dengan Pegadaian Peduli.
Program ini hadir sebagai bukti nyata bahwa komitmen PNM terhadap masyarakat tidak berhenti pada pemberdayaan ekonomi, melainkan juga menyentuh kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan target SDGs khususnya pada aspek kesehatan, sanitasi layak dan pembangunan masyarakat yang inklusif.
Baca Juga: PNM Cabang Sintang Gelar Tanggung Jawab Sosial di Desa Paoh
Manajer Supporting PNM Pontianak yang hadir mewakili Pemimpin Cabang PNM, Fahriayani, mengungkapkan kehadiran dua unit MCK umum ini bukan sekedar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan warga Desa Wisata Nyarumkop.
PNM menurutnya tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas hidup melalui penyediaan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat. Program Madani Sanitasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kesehatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap dua unit MCK umum yang berkolaborasi dengan PT. Pegadaian ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujah Fahri.
Dengan tersedianya fasilitas MCK yang layak, warga Desa Wisata Nyarumkop diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten. Selain itu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan produktif bagi seluruh anggota komunitas Poktan yang ada dilokasi Desa Wisata Nyarumkop.
Kehadiran program Madani Sanitasi ini disambut hangat oleh salah satu penerima manfaat program, Agus Sanjaya.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada PNM atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat Kelurahan Nyarumkop. Bantuan pembangunan dua unit MCK Umum ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Wisata Nyarumkop," ungkap Agus.
Program Madani Sanitasi di Desa Wisata Nyarumkop menjadi bagian dari komitmen PNM yang lebih luas dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan di setiap wilayah yang dijangkaunya.
PNM meyakini pemberdayaan yang sesungguhnya bukan hanya soal akses modal usaha, tetapi juga soal memastikan masyarakat hidup dalam lingkungan yang sehat dan bermanfaat. Karena dari lingkungan yang sehat itulah potensi ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih optimal.
Melalui program-program TJSL seperti Madani Sanitasi, PNM terus menegaskan perannya sebagai lembaga pemberdayaan yang hadir secara utuh di tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra nyata dalam membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Kegiatan itu sendiri berlangsung sukses di Desa Wisata Nyarumkop, Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur Kota Singkawang Kamis (13/8). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat Rochma Hidayati, PT. Pegadaian Cabang Singkawang Hendro, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang Ir. H. Arfani, S.T., M.T. dan Camat Kecamatan Singkawang Timur Eribertus Geri, S.STP, M.Si.
Selain itu juga ada perwakilan Kapolsek Singkawang Timur, Danramil Singkawang Timur Agung, dan Lurah Kelurahan Nyarumkop Murdani, S.M. Ketua RW 002 Kelurahan Nyarumkop, Ketua RT 001 RW 02 Kelurahan Nyarumkop serta perwakilan Anggota Kelompok Poktan Sinar Pagi 2, Nek Balo dan Baru Mekar tak ketinggalan ikut dalam kegiatan tersebut. (vie/ser)
Editor : Silvina