PONTIANAK POST – Kebakaran Singkawang menghanguskan delapan rumah warga di Jalan Tama Gang Cichong, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Senin (17/8) sekitar pukul 01.00 WIB. Seorang anak perempuan berusia 12 tahun, pelajar kelas 6 SD, meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah saat api berkobar.
Kebakaran terjadi ketika sebagian besar penghuni rumah sedang tertidur. Api pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara ledakan dari arah teras salah satu rumah.
Kapolres Singkawang melalui Kasi Humas Iptu Hidayatno mengatakan, saksi yang mengecek sumber suara melihat kobaran api sudah membesar.
“Saat mengecek sumber suara, saksi melihat kobaran api sudah membesar dan membakar bagian teras serta sebagian dinding ruang tamu,” kata Hidayatno.
Suasana dini hari berubah menjadi kepanikan ketika api mulai membesar. Warga berupaya menyelamatkan penghuni rumah dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Saksi kemudian membangunkan istri dan kedua anaknya untuk segera keluar dari rumah. Setelah berada di luar, ia baru menyadari anak bungsunya masih berada di dalam bangunan yang telah dilalap api.
Ia sempat berupaya kembali masuk untuk menyelamatkan anaknya. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Kepanikan terjadi ketika penghuni rumah menyadari api telah membesar. Saksi yang mengetahui kejadian tersebut segera membangunkan istri dan kedua anaknya untuk keluar menyelamatkan diri. Namun, setelah berada di luar rumah, ia menyadari anak bungsunya masih tertinggal di dalam.
Saksi sempat berupaya kembali masuk untuk menyelamatkan anaknya. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut tidak dapat dilakukan hingga akhirnya petugas menemukan korban setelah api berhasil dipadamkan.
Api kemudian merambat dengan cepat ke bangunan di sekitarnya. Personel Pamapta Polres Singkawang bersama warga dan petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan.
Petugas berjibaku memadamkan api hingga kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 02.25 WIB. Setelah api padam, petugas melakukan pemeriksaan di lokasi.
Dari dalam rumah, petugas menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia.
Korban diketahui merupakan anak perempuan berusia 12 tahun dan pelajar kelas 6 SD. Ia merupakan anak pemilik rumah yang terbakar.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran tidak hanya merenggut nyawa korban. Delapan rumah warga ikut terdampak dan hangus dalam peristiwa tersebut.
Cepatnya rambatan api membuat proses penyelamatan korban menjadi sulit. Kondisi malam hari ketika sebagian penghuni sedang tidur juga membuat waktu untuk menyelamatkan diri menjadi sangat terbatas.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polisi juga mendalami sumber ledakan yang pertama kali didengar warga sebelum api terlihat membesar.
“Ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada saat malam hari ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat,” kata Hidayatno.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian selesai. Karena itu, dugaan terkait sumber api maupun ledakan perlu menunggu hasil penyelidikan resmi.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro