PONTIANAK POST – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Singkawang meminta siswa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi siswa dan seluruh warga sekolah dari paparan asap serta partikel debu di udara.
Kualitas Udara masih Kategori Sedang
Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang Asmadi mengatakan penggunaan masker diperlukan untuk memberikan rasa aman sekaligus menjaga kesehatan warga sekolah.
“Permintaan menggunakan masker ini dalam rangka memberikan rasa aman dan menjaga kesehatan seluruh warga sekolah,” kata Asmadi, Kamis (20/8).
Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori sedang. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi dapat berubah mengikuti perkembangan karhutla dan arah angin.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Polres Singkawang Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarangan
Menurut Asmadi, masker menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan partikel dari asap dan debu. Perlindungan tersebut dinilai penting terutama bagi anak usia sekolah saat beraktivitas.
Asmadi meminta pihak sekolah, guru, dan orang tua mengingatkan siswa untuk membawa serta menggunakan masker ketika berangkat dan pulang sekolah maupun saat mengikuti kegiatan di luar ruangan.
“Kita ingin anak-anak tetap sehat dan nyaman dalam belajar sebagai bentuk antisipasi agar kesehatan mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Baca Juga: Di Singkawang, Emak-Emak Panjat Pinang Berhasil Capai Puncak, Bikin Penonton Kagum
Sekolah Tetap Belajar Tatap Muka
Di tengah kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah di Kota Singkawang masih berlangsung secara tatap muka seperti biasa.
Dikbud Singkawang belum mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa karena kualitas udara masih berada pada kategori sedang dan belum mencapai kondisi yang mengharuskan penghentian pembelajaran tatap muka.
“Kita tetap tatap muka. Tapi kita juga terus memantau. Jika nanti ada perkembangan, tentu akan kita evaluasi bersama demi keselamatan siswa,” katanya.
Dikbud Singkawang juga terus berkoordinasi dengan DLH, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau perkembangan kualitas udara.
Asmadi menambahkan, kebijakan pendidikan akan disesuaikan apabila terjadi penurunan kualitas udara yang signifikan. Langkah tersebut akan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan siswa serta seluruh warga sekolah.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara