Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Singkawang Beralih Daring

Hari Kurniathama • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:25 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang H Asmadi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang H Asmadi.

 

PONTIANAK POST – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Kota Singkawang meniadakan sementara pembelajaran tatap muka. Mulai Senin (24/8/2026), kegiatan belajar dialihkan menjadi pembelajaran daring (online) dari rumah.

Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan hingga lembaga kursus, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, PKBM, hingga lembaga kursus. Pembelajaran daring akan berlangsung sampai kondisi udara dinyatakan membaik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang Asmadi mengatakan kebijakan itu merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi penanggulangan bencana daerah pada Sabtu (22/8/2026).

“Peniadaan pembelajaran tatap muka ini karena kondisi udara semakin memburuk akibat karhutla di Singkawang dan wilayah sekitar, sehingga sangat membahayakan kesehatan warga sekolah,” kata Asmadi, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Mulai Senin 24 Agustus, Sekolah Pontianak Kembali Daring, Udara Tak Sehat

Pembelajaran Tetap Berjalan dari Rumah

Asmadi mengatakan proses belajar mengajar tetap berjalan. Namun, seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing dengan tetap mengikuti jam efektif dan muatan materi pembelajaran.

“Pembelajaran daring akan berlangsung sampai kondisi udara dinyatakan membaik oleh lembaga terkait,” ujarnya.

Selama pembelajaran daring, guru diminta memastikan proses belajar tetap berlangsung secara optimal. Siswa juga diwajibkan mengaktifkan kamera selama pembelajaran agar keikutsertaan mereka dapat dipantau.

“Guru wajib memastikan dan mengoptimalkan pembelajaran daring dengan mewajibkan siswa mengaktifkan kamera saat pembelajaran berlangsung,” ujarnya.

Meski siswa belajar dari rumah, kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan tetap diwajibkan masuk serta melaksanakan aktivitas kedinasan seperti biasa di sekolah.

Baca Juga: Kabut Asap, DPRD Pontianak Minta Pemkot Pertimbangkan Pembelajaran Daring

Sekolah Diminta Waspadai Kebakaran

Selain mengatur pola pembelajaran, Disdikbud Singkawang meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.

Upaya pencegahan yang diminta antara lain tidak membakar sampah sembarangan, menyiapkan cadangan air, serta mempersiapkan sumur bor atau parit bagi sekolah yang berada di kawasan lahan gambut.

“Kami minta sekolah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Jangan ada pembakaran sampah sembarangan dan pastikan ketersediaan air untuk mengantisipasi potensi kebakaran,” kata Asmadi.

Baca Juga: Imbas Kabut Asap Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, PJJ Kubu Raya Diperpanjang

Di tengah kondisi udara yang memburuk, warga sekolah juga diminta memaksimalkan penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah maupun di luar ruangan.

Asmadi mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar bersama melalui ibadah dan doa memohon hujan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kita tentu berharap kondisi segera membaik. Mari bersama-sama berikhtiar, menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, serta berdoa agar hujan segera turun,” pungkasnya.*

Editor : Uray Ronald
karhutla Singkawang sekolah Singkawang daring kabut asap Singkawang pembelajaran daring Singkawang Disdikbud Singkawang