PONTIANAK POST – Keterbatasan fasilitas menjadi perhatian dalam pengembangan Bandara Singkawang. Saat ini, bandara tersebut hanya memiliki satu apron dan satu taxiway yang dinilai belum sebanding dengan perkembangan layanan penerbangan dari dan menuju Kota Singkawang.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti kondisi tersebut saat meninjau perkembangan Bandara Singkawang, Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan itu, Lasarus didampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin, Bupati Kubu Raya Sujiwo, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Apron Ditarget Tampung Tiga Pesawat
Lasarus menyebut kapasitas apron saat ini baru mampu menampung satu pesawat. Seiring bertambahnya aktivitas penerbangan, kapasitas tersebut dinilai perlu ditingkatkan.
“Dengan perkembangan pelayanan penerbangan dari dan menuju Singkawang, minimal apron ini harus bisa menampung tiga pesawat. Saat ini kendalanya satu apron dan satu taxiway, sehingga hanya mampu menampung satu pesawat,” kata Lasarus.
Menurut Lasarus, pengembangan Bandara Singkawang memiliki peluang besar karena lahan yang dibutuhkan telah tersedia dan dalam kondisi clean and clear.
Baca Juga: Bandara Singkawang Bidik Rute Baru ke Yogyakarta dan Surabaya, Minta Tambah Apron
Selain penambahan kapasitas apron, ia mendorong pengembangan bandara dalam jangka panjang. Targetnya, Bandara Singkawang dapat memiliki dua landasan pacu (runway) dengan dukungan sistem taxiway yang lebih memadai.
“Lahannya sudah clean and clear. Kita targetkan ke depan Bandara Singkawang memiliki dua runway, dengan mekanisme taxiway yang membuat satu pesawat bisa keluar dan dua pesawat masuk ke apron,” ujarnya.
Dibawa ke Tingkat Kementerian
Lasarus memastikan kebutuhan pengembangan tersebut akan disampaikan ke tingkat kementerian. Menurut dia, penambahan apron dan pembangunan satu taxiway menjadi kebutuhan yang perlu segera ditindaklanjuti untuk mendukung peningkatan konektivitas udara Singkawang.
“Saya akan menyampaikan kondisi ini kepada kementerian terkait agar segera ditindaklanjuti, terutama penambahan apron dan pembangunan satu taxiway lagi,” ujarnya.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kapasitas Bandara Singkawang sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan rute dan frekuensi penerbangan menuju dan dari Kota Singkawang.*
Editor : Uray RonaldSumber : MC SINGKAWANG