PONTIANAK POST - Sebanyak 115 warga rentan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menerima bantuan permakanan tahap II dari Pemerintah Kota Singkawang untuk periode Mei hingga Agustus 2026.
Bantuan tersebut diberikan kepada penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lanjut usia terlantar, serta gelandangan dan pengemis yang berada di luar panti sosial.
Penyaluran berlangsung di halaman Kantor Dinas Sosial PPPA Kota Singkawang, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk Imbas Karhutla, Pemkot Singkawang Bagikan 3.300 Masker
115 Warga Rentan Jadi Penerima
Sekretaris Dinas Sosial PPPA Kota Singkawang Agus Purnomo mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat rentan tetap terpenuhi.
“Yang berada di luar panti tentu rentan mengalami kerawanan pangan dan penurunan kesehatan. Karena itu, bantuan ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” kata Agus.
Dari total 115 penerima, sebanyak 32 orang merupakan penyandang disabilitas terlantar, 30 anak terlantar, 51 lanjut usia terlantar, serta dua gelandangan dan pengemis.
Isi Paket Bantuan
Setiap penerima mendapatkan paket kebutuhan dasar yang terdiri atas:
-
10 kilogram beras;
-
1 kilogram telur ayam;
-
10 bungkus mi instan;
-
1 kilogram gula pasir;
-
2 kaleng susu kental manis; dan
-
1 liter minyak goreng.
Agus mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dalam tiga tahap sepanjang tahun.
“Penyaluran pertama di bulan Juni dan tahun ini disalurkan tiga tahap. Setiap tahap untuk empat bulan,” jelasnya.
Wali Kota: Bantuan Bentuk Kehadiran Pemerintah
Bantuan secara simbolis diserahkan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.
Menurut Tjhai, bantuan sosial merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan.
“Hari ini kita menyerahkan sebanyak 115 paket permakanan tahap II. Semoga dapat bermanfaat dan digunakan para penerima dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Perhatian pemerintah, kata dia, tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Khusus anak-anak dari keluarga kurang mampu, pendidikan tetap menjadi prioritas untuk membantu memutus rantai kemiskinan.
Baca Juga: Ojol Karya Putra Kalbar KiteAntar Tambah Mitra, 124 Driver Kini Beroperasi di Singkawang
Anak dari Keluarga Miskin Diminta Tetap Sekolah
Tjhai mengatakan anak-anak dari keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem harus tetap mendapatkan pendidikan.
“Bagi masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, anak-anak harus tetap belajar. Sekolah gratis, bahkan pemerintah juga memberikan bantuan seperti seragam, tas, sepatu dan sebagainya sesuai kewenangan. Jangan sampai putus asa,” ujarnya.
Menurut dia, dukungan terhadap pendidikan menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Penerima Bantuan Juga Dapat Masker
Penyaluran bantuan permakanan kali ini juga berlangsung di tengah kondisi kualitas udara Kota Singkawang yang kurang baik akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tjhai mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kondisi tersebut berlangsung.
“Saya harapkan Bapak dan Ibu serta anak-anak selalu minum air putih yang banyak. Kalau keluar rumah, selalu gunakan masker,” pesannya.
Selain bantuan permakanan, para penerima juga mendapatkan masker.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah perlindungan dari paparan udara yang kurang baik selama kondisi karhutla berlangsung.*
Editor : Uray RonaldSumber : MC SINGKAWANG