Sembilah Hari Sudah 52 Personel Buru Bara Karhutla Berjuang Padamkan Api di Sungai Rasau

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:05 WIB
Tim gabungan menyusuri lahan gambut saat melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Sabtu (29/8/2026). Memasuki hari kesembilan, petugas masih memburu titik api dan bara yang berpotensi kembali menyala. FOTO: DOK POLRES SINGKAWANG
Tim gabungan menyusuri lahan gambut saat melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Sabtu (29/8/2026). Memasuki hari kesembilan, petugas masih memburu titik api dan bara yang berpotensi kembali menyala. FOTO: DOK POLRES SINGKAWANG

 

PONTIANAK POST — Sudah sembilan hari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, belum sepenuhnya berakhir.

Sebanyak 52 personel gabungan kembali turun ke lokasi, Sabtu (29/8/2026), untuk memadamkan api, melakukan pendinginan, menyisir lahan, dan memantau titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Sembilan Hari Mengejar Bara

Pemadaman dimulai kembali sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas harus menyusuri lahan yang sebagian berupa gambut untuk mencari titik api yang masih tersisa.

Medan menjadi tantangan tersendiri. Vegetasi berupa ilalang, pakis, kayu kecil, dan semak belukar dalam kondisi kering membuat petugas harus tetap waspada saat menyisir area terbakar.

Di beberapa bagian, asap masih terlihat meski kobaran utama telah berhasil dikendalikan.

19 Hektare Sudah Terdampak

Hasil pengecekan lapangan bersama Manggala Agni memperkirakan luas lahan terdampak mencapai sekitar 19 hektare, bertambah kurang lebih 2 hektare.

Lahan yang terbakar terdiri atas gambut, kebun sawit, karet, dan rambutan.

Kondisi kemarau serta vegetasi yang mengering meningkatkan risiko api kembali menyebar.

Memburu Api yang Bersembunyi di Bawah Tanah

Tantangan terbesar petugas bukan hanya menemukan kobaran yang terlihat.

Pada lahan gambut, api dapat membakar material organik di bawah permukaan. Karena itu, titik yang terlihat sudah padam belum tentu benar-benar aman.

Petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap. Pendinginan pun terus dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Sumber air dari kanal dan parit yang berjarak sekitar 50 hingga 250 meter dari lokasi dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman dan pendinginan.

Sejumlah mesin pompa air juga dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.

52 Orang, Satu Tujuan

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur. Mereka terdiri atas 11 personel Polsek Singkawang Utara, enam personel BKO Brimob Polda Kalbar, 10 personel Brigif 19/Khatulistiwa Singkawang, dan 10 personel Koramil 1202-03/Singkawang.

Selain itu, 10 personel Daops Manggala Agni Kota Singkawang dan 15 personel MPA Kelurahan Sungai Rasau ikut berada di lapangan.

Mereka bekerja dalam satu operasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Api Terkendali, Bukan Berarti Selesai

Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Utara AKP Sobitun mengatakan pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik panas dinyatakan aman.

“Penyisiran dan pemantauan juga terus dilaksanakan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali membesar maupun merambat ke kawasan lain,” tuturnya.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses pendalaman.

Karena itu, perhatian petugas tidak hanya tertuju pada titik api yang terlihat. Area sekitar lokasi juga terus dipantau untuk mendeteksi asap atau bara baru.

Menjaga Api agar Tak Kembali

Sembilan hari penanganan di Sungai Rasau memperlihatkan bahwa memadamkan karhutla bukan pekerjaan sekali datang lalu selesai.

Petugas harus kembali ke lokasi, menyisir lahan, mencari asap, mengalirkan air, melakukan pendinginan, lalu memastikan api tidak muncul lagi.

Di tengah lahan gambut yang sulit ditangani, 52 personel terus bertahan memburu bara yang mungkin tersembunyi di bawah permukaan.

Bagi warga sekitar, perjuangan itu bukan sekadar memadamkan api. Setiap titik panas yang berhasil dikendalikan berarti satu ancaman yang berhasil dijauhkan dari lingkungan dan aktivitas mereka.

Hari kesembilan belum menjadi garis akhir. Selama masih ada asap dan bara, perjuangan petugas belum selesai.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Brimob Kalbar pemadaman karhutla kebakaran lahan gambut Manggala Agni Masyarakat peduli Api