PONTIANAK POST - Sekitar 350 umat muslim Kota Singkawang menggelar Salat Istisqa di Halaman Mess Daerah, Jalan Merdeka, Selasa (1/9) pagi. Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jemaah mulai memadati lokasi sejak pukul 08.15 WIB. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TNI-Polri setempat, di antaranya Kapolsek Singkawang Tengah Iptu Eko Yulianto, Pjs. Danramil 1202-01/Singkawang Barat Peltu Heri Yudianto, serta perwakilan Polsek Singkawang Barat.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurusshibyan Singkawang, KH Achmad Taufiqurrahman, bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Ia mengatakan bencana karhutla dan kabut asap menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri.
Baca Juga: Di Tengah Karhutla, Pemkab Ketapang Gelar Doa Bersama Memohon Hujan Turun
"Ibadah ini adalah ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT agar hujan turun. Namun, cobaan ini juga pengingat bagi kita untuk berintrospeksi, memperbaiki ibadah, serta menjaga sikap dan kelestarian lingkungan," tegas Achmad.
Ia menambahkan, dampak kemarau dan kebakaran kini tidak hanya mengancam hutan, tetapi juga mendekati kawasan permukiman warga. Karena itu, kesadaran menjaga alam dan kepedulian sosial perlu ditingkatkan.
Rangkaian salat ditutup dengan doa bersama. Warga berharap hujan segera turun di Singkawang dan wilayah Kalimantan Barat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan ancaman kabut asap dapat teratasi.(har)
Editor : Miftakhair