Kualitas Udara Singkawang Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:07 WIB
Ilustrasi seorang warga memakai masker di tengah kabut asap.
Ilustrasi seorang warga memakai masker di tengah kabut asap.

 

PONTIANAK POST - Warga Kota Singkawang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kualitas udara di sejumlah wilayah yang masuk kategori tidak sehat. Pemerintah Kota Singkawang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Kondisi tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Kualitas Udara Kota Singkawang yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang tertanggal 3 September 2026.

Baca Juga: PDR Diperpanjang di Singkawang, Siswa Belajar dari Rumah tetapi Guru Tetap Masuk Sekolah

PM2,5 Tertinggi Mencapai 148,8 µg/m³

Pemeriksaan kualitas udara menggunakan parameter Particulate Matter (PM2,5) di 10 lokasi yang tersebar pada lima kecamatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas udara di lokasi-lokasi tersebut berada dalam kategori tidak sehat.

Kadar PM2,5 tertinggi tercatat di lokasi uji Jalan Ratu Sepudak, kawasan MTsN Singkawang Utara, yakni 148,8 µg/m³.

Selanjutnya, kadar PM2,5 tercatat 138 µg/m³ di Jalan Padang Pasir, Saliung, Singkawang Selatan. Kemudian Jalan Pelita (Kridasana) sebesar 121,3 µg/m³.

Sementara itu, UPT Laboratorium Singkawang Tengah tercatat 86,1 µg/m³ dan Taman Cinta Singkawang Timur sebesar 82,8 µg/m³.

Baca Juga: Asap Karhutla Selimuti Singkawang, Polri Turun Bagikan Vitamin dan Masker hingga Periksa Warga

DLH Singkawang Minta Warga Waspada

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Emy Hastuti, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah.

“Secara umum, nilai ISPU di wilayah Kota Singkawang berada pada kisaran 163 µg/m³ yang masuk dalam kategori tidak sehat. Hampir seluruh parameter uji berada di atas ambang batas Baku Mutu Udara Ambien Nasional berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021,” kata Emy, Kamis (3/9/2026).

Emy mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara. Penggunaan masker, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan, dinilai penting untuk mengurangi paparan polusi udara.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan yang tidak diperlukan. Warga juga dianjurkan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar.

“Kemudian memberikan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menutup ventilasi rumah,” ujarnya.

Pemantauan Kualitas Udara Dilanjutkan

Emy mengatakan DLH Kota Singkawang akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli dan menjaga kelestarian lingkungan demi tercapainya lingkungan hidup Kota Singkawang yang sehat dan berkelanjutan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : MC SINGKAWANG
kualitas udara Singkawang udara tidak sehat Singkawang ISPU Singkawang DLH SINGKAWANG