Singkawang Bersiap Jadi Panggung Budaya Nasional, 97 Kota Akan Terlibat

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 00:46 WIB
Jajaran Pemerintah Kota Singkawang bersama Direktur Eksekutif APEKSI menggelar rapat persiapan Rembuk Kebudayaan, (MC)
Jajaran Pemerintah Kota Singkawang bersama Direktur Eksekutif APEKSI menggelar rapat persiapan Rembuk Kebudayaan, (MC)

 

PONTIANAK POST — Singkawang bersiap menampilkan wajah terbaiknya di hadapan peserta dari 97 kota di Indonesia melalui Rembuk Kebudayaan Kota APEKSI.

Agenda tersebut tidak hanya akan menjadi forum antarkota. Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan kekayaan budaya, semangat toleransi, kuliner khas, UMKM, pariwisata, hingga kreativitas seniman lokal sebagai bagian dari perhelatan tersebut.

Persiapan Rembuk Kebudayaan dimatangkan Pemerintah Kota Singkawang bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan jajaran melalui rapat koordinasi virtual, Jumat (11/9/2026).

Bagi Singkawang, kehadiran peserta dari berbagai kota menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus membuka akses lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan agenda tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan Singkawang secara lebih utuh, bukan hanya dari sisi identitas budaya, tetapi juga kehidupan masyarakatnya yang beragam.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa Singkawang bukan hanya kota seribu kelenteng, tapi juga kota yang hidup dalam semangat toleransi, keberagaman kuliner, dan kreativitas seniman lokal,” ujar Tjhai Chui Mie.

Baca Juga: Singkawang Dinilai Jadi Inspirasi Toleransi Beragama, FGD MORA Dorong Penguatan Harmoni Sosial Berkelanjutan

Toleransi hingga Kuliner Jadi Wajah Singkawang

Empat kekuatan utama akan diangkat dalam Rembuk Kebudayaan, yakni kebudayaan dan toleransi, kuliner dan UMKM lokal, pariwisata, serta seni dan kreativitas.

Keberagaman Singkawang akan ditampilkan melalui harmoni etnis, agama, dan tradisi yang hidup berdampingan di tengah masyarakat.

Pesan yang dibawa juga diarahkan pada pentingnya menjaga keberagaman agar tidak terlupakan, runtuh, maupun punah.

Selain budaya, kuliner khas menjadi bagian penting yang akan diperkenalkan kepada peserta dari berbagai daerah.

Pelaku UMKM lokal akan mendapat ruang untuk memperkenalkan produk seperti bakcang, bubur pedas, dan kue tradisional. Kehadiran peserta dari 97 kota diharapkan menjadi peluang promosi bagi produk lokal Singkawang.

Seniman dan Pariwisata Ikut Dilibatkan

Wajah Singkawang juga akan ditampilkan melalui sektor pariwisata dan seni.

Seniman lokal akan terlibat dalam rangkaian kegiatan melalui pameran, pertunjukan seni, serta aktivitas kreatif yang menggambarkan kekayaan budaya daerah.

Pelaksanaan Rembuk Kebudayaan juga akan disinergikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Singkawang.

Dengan konsep tersebut, pemerintah daerah ingin menjadikan agenda kebudayaan sebagai ruang pertemuan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Tjhai Chui Mie Ajak Walubi Perkuat Toleransi dan Jaga Kerukunan Umat di Singkawang

Bukan Sekadar Forum Kebudayaan

APEKSI bersama Pemkot Singkawang menargetkan kegiatan tersebut memberikan dampak lebih luas bagi daerah.

Selain memperkuat promosi budaya, Rembuk Kebudayaan diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat branding pariwisata, dan membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.

Kehadiran perwakilan dari 97 kota menjadi peluang bagi Singkawang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring antarkota melalui kebudayaan.

“Semoga koordinasi hari ini berjalan lancar dan seluruh persiapan dapat dimaksimalkan,” kata Tjhai Chui Mie.

Bagi Singkawang, panggung Rembuk Kebudayaan bukan sekadar kesempatan menjadi tuan rumah. Agenda tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana keberagaman, tradisi, kreativitas, dan ekonomi lokal dapat berjalan bersama.

Editor : Uray Ronald
Sumber : MC SINGKAWANG
UMKM Singkawang Rembuk Kebudayaan APEKSI 97 kota Indonesia budaya Singkawang singkawang