Jarak Pandang Membaik, Pemkot Singkawang Dorong Maskapai Buka Penerbangan Pagi

Hari Kurniathama • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:53 WIB
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat Rapat Evaluasi Operasional Bandara Singkawang bersama pihak maskapai dan BMKG Stasiun Singkawang di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (17/9/2026).
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat Rapat Evaluasi Operasional Bandara Singkawang bersama pihak maskapai dan BMKG Stasiun Singkawang di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (17/9/2026).

PONTIANAK POST – Hujan yang mengguyur Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir berdampak positif terhadap jarak pandang di sekitar Bandara Singkawang.

Hingga saat ini, status operasional Bandara Singkawang secara teknis tetap dibuka (open). Namun, aktivitas penerbangan masih terhenti sementara sejak kabut asap tebal menyelimuti wilayah tersebut pada 18 Agustus 2026.

Meski kabut asap masih terpantau di kawasan bandara, kondisi visibility dinilai lebih ideal pada pagi hari untuk mendukung aktivitas penerbangan.

Baca Juga: Kemenkum Kalbar Bagikan 1.000 Masker kepada Warga Pontianak di Tengah Kabut Asap

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Singkawang mendorong maskapai TransNusa dan Super Air Jet mempertimbangkan penerbangan pada pagi hari, baik rute Jakarta-Singkawang maupun sebaliknya.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi pertimbangan utama dalam membuka kembali operasional penerbangan. Namun, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas.

“Kami berharap maskapai dapat mempertimbangkan penerbangan pagi karena jarak pandang lebih mendukung. Tetapi keselamatan penumpang tetap yang utama,” kata Tjhai Chui Mie seusai memimpin rapat evaluasi operasional Bandara Singkawang bersama pihak maskapai dan BMKG Stasiun Singkawang di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (17/9/2026).

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Singkawang akan melakukan audiensi dengan pihak Lanud Supadio dan AirNav guna menindaklanjuti pemasangan Instrument Landing System (ILS). Sistem tersebut diharapkan dapat membantu memandu pesawat saat melakukan pendekatan menuju landasan pacu, khususnya ketika jarak pandang terbatas.

Baca Juga: Memelihara Semangat Belajar di Tengah Kepungan Asap

Sementara itu, Station Manager TransNusa Airlines Adwi Jalu Wicaksono mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca yang memungkinkan penerbangan dilaksanakan pada pagi hari.

“Kami akan koordinasikan rencana penerbangan pagi ini dengan kantor pusat TransNusa di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Terkait pembatalan penerbangan pada 18 September 2026, Adwi menjelaskan secara teknis maskapai telah membatalkan penerbangan. Namun, hak penumpang tetap diberikan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Refund dikembalikan 100 persen, sedangkan reschedule berlaku tujuh hari sejak pembatalan penerbangan,” katanya.

Ia mengimbau penumpang terdampak menggunakan situs resmi maskapai atau datang langsung ke bandara untuk mengurus refund maupun reschedule. Penumpang juga diminta tidak mudah percaya terhadap pesan WhatsApp yang mengatasnamakan maskapai.

“Jangan percaya pesan WhatsApp yang mengatasnamakan maskapai. Pastikan informasi berasal dari saluran resmi,” tegasnya.

Adwi berharap kondisi cuaca pada 19 September 2026 semakin membaik sehingga penerbangan dari dan menuju Singkawang dapat kembali dilaksanakan.

Hal senada disampaikan Station Manager Super Air Jet, Bartolomeus. Pihaknya terus berkoordinasi dengan kantor pusat dan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca serta jarak pandang. Jika kondisi mendukung, penerbangan pagi diharapkan dapat segera dilaksanakan. (har)

 

Editor : Hanif
kabut asap Singkawang Penerbangan Pagi Bandara Singkawang Super Air Jet TransNusa