Hujan Lebat Guyur Singkawang, Asap Masih Muncul dari Lahan Gambut di Singkawang Utara

Hari Kurniathama • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:01 WIB
Tim patroli karhutla Singkawang masih menemukan kepulan asap di lahan gambut Kecamatan Singkawang Utara.
Tim patroli karhutla Singkawang masih menemukan kepulan asap di lahan gambut Kecamatan Singkawang Utara.

PONTIANAK POST – Pasca hujan lebat yang mengguyur Kota Singkawang pada Jumat (18/9) malam, tim patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menemukan kepulan asap kecil di beberapa bagian lahan gambut di Singkawang Utara, Minggu (20/9).

Kasi Humas Polres Singkawang Iptu Hidayatno mengatakan patroli dan pemantauan situasi karhutla dilakukan dengan menyisiri sejumlah kawasan rawan, seperti Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, serta Jalan Rawasari dan Kelurahan Setapuk Kecil.

“Patroli dilakukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman setelah upaya pemadaman yang telah berlangsung secara intensif,” katanya.

Baca Juga: Karhutla Lahan Gambut Ketapang Sedalam 10 Meter, Api Merambat di Bawah Tanah dan Ancam Sawit

Memasuki hari ke-29, secara umum kebakaran telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan kepulan asap kecil di beberapa bagian lahan gambut yang diduga berasal dari bara yang masih tersisa di dalam tanah.

Dalam penyisiran, petugas juga menemukan sejumlah area yang sebelumnya terbakar dengan kondisi semak belukar kering.

“Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat kembali memicu dan memperluas penyebaran api apabila tidak segera dipantau dan dipadamkan,” ujarnya.

Karena itu, personel gabungan terus melakukan pengecekan secara langsung sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Baca Juga: Pangdam XII Tanjungpura Geser Pasukan ke Selatan Kalbar, Karhutla Ketapang Jadi Perhatian

Sebagai bagian dari upaya pencegahan jangka panjang, Polres Singkawang juga telah membangun lima titik sumur bor di kawasan yang dinilai rawan karhutla, khususnya di Kecamatan Singkawang Utara.

“Kehadiran sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi petugas di lapangan, terutama ketika terjadi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air,” ungkapnya.

Patroli dan pemantauan akan terus dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta masyarakat peduli api. Kehadiran personel di lapangan dilakukan untuk memastikan bara benar-benar padam dan mengantisipasi munculnya kembali titik api. (har)

Editor : Miftahul Khair
kebakaran hutan dan lahan karhutla lahan gambut singkawang Singkawang Utara