PONTIANAK POST — Singkawang Mooncake Festival 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama sepekan, 21-27 September 2026. Ribuan warga tetap memadati kawasan Jalan Sejahtera di sekitar Vihara Tri Dharma Bumi Raya saat malam penutupan, Minggu (27/9), meski hujan sempat mengguyur.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, festival tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan dan tradisi budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menggerakkan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival.
“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada panitia festival, TNI-Polri, dinas terkait, para sponsor, serta seluruh masyarakat Kota Singkawang. Festival tahun kedua ini dapat berjalan lancar, aman dan sukses,” kata Tjhai Chui Mie.
Baca Juga: Singkawang Mooncake Festival 2026 Padukan Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif
100 Tenant UMKM Ikut Meramaikan Festival
Menurut Tjhai Chui Mie, Singkawang Mooncake Festival tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan tradisi masyarakat Tionghoa.
Festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat identitas Singkawang sebagai kota yang dikenal dengan keberagaman dan toleransi.
“Kita bangga karena ada sekitar 100 tenant UMKM yang bergerak, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga sektor perhotelan. Ada juga wisatawan dari Malaysia,” ujarnya.
Kehadiran puluhan tenant tersebut membuat festival tidak hanya berpusat pada pertunjukan budaya. Aktivitas ekonomi juga berlangsung melalui kuliner, kerajinan dan sektor jasa yang mendukung kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Singkawang Mooncake Festival 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Lampion dan Atraksi Budaya Semarakkan Kota
Budaya Dikemas Jadi Daya Tarik Wisata
Tjhai Chui Mie mengatakan pengemasan kegiatan budaya dalam konsep pariwisata dapat memberikan dampak terhadap promosi budaya sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, festival budaya dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal Singkawang dan kekayaan tradisinya.
“Event budaya yang dikemas dalam konsep pariwisata mampu menghadirkan wisatawan dan meningkatkan ekonomi UMKM. Singkawang semakin kaya dengan event-event budaya sepanjang tahun,” katanya.
Kehadiran wisatawan dari Malaysia dalam festival tahun ini juga menunjukkan adanya potensi kunjungan lintas negara yang dapat terus dikembangkan.
Baca Juga: Gara-Gara Kabut Asap, Mooncake Festival Singkawang Belum Pasti Digelar
Festival Jadi Ruang Kebersamaan
Selain menjadi agenda budaya dan pariwisata, Singkawang Mooncake Festival juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Bagi pemerintah kota, keberlangsungan festival menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Tjhai Chui Mie mengajak masyarakat mempertahankan semangat tersebut dan kembali meramaikan festival pada tahun berikutnya.
“Mari kita rayakan kebersamaan. Sampai jumpa di Singkawang Mooncake Festival 2027,” ujarnya.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan 2026, festival tersebut kembali menempatkan budaya, masyarakat dan aktivitas ekonomi sebagai bagian yang saling berkaitan dalam pengembangan pariwisata Kota Singkawang.*
Editor : Uray RonaldSumber : MC SINGKAWANG