PONTIANAK POST - Polsek Singkawang Timur terus memantau wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski sejumlah wilayah Kota Singkawang telah diguyur hujan. Patroli dilakukan Senin (28/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Jalan Mantoman, RT 099/RW 002, Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 7 kilometer dari Mapolsek Singkawang Timur dan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.
Empat personel yang dipimpin Wakapolsek Singkawang Timur Iptu Mardiono melakukan penyisiran dan pemantauan kondisi lahan untuk memastikan tidak ada titik api maupun kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Baca Juga: Langit Pontianak Kembali Biru: Hotspot Karhutla Sudah Nol, Tapi Waspada Udara Masih Tidak Sehat
Dari hasil pemantauan, petugas menemukan lahan bekas terbakar dengan kondisi semak belukar yang masih kering. Kondisi tersebut dinilai tetap berpotensi memicu kembali terjadinya kebakaran apabila kondisi cuaca kembali panas dan tidak disertai hujan.
"Namun, selama pemantauan berlangsung, tidak ditemukan adanya kepulan asap di sekitar lokasi," ungkap Wakapolsek Singkawang Timur, IPTU Mardiono.
Polsek Singkawang Timur memastikan patroli, penyisiran, dan pemantauan wilayah rawan karhutla akan terus dilakukan secara intensif. Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, sebagai langkah pencegahan munculnya kembali titik api dan menjaga wilayah Singkawang tetap aman dari ancaman karhutla. (har)
Petugas menemukan lahan bekas terbakar dengan semak belukar yang masih kering. Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran apabila cuaca kembali panas dan tidak disertai hujan.
Baca Juga: Hujan Redam Potensi Karhutla, Polsek Singkawang Selatan Tetap Patroli Lahan Rawan Api
“Namun, selama pemantauan berlangsung, tidak ditemukan adanya kepulan asap di sekitar lokasi,” ungkap Mardiono.
Polsek Singkawang Timur memastikan patroli dan pemantauan wilayah rawan karhutla terus dilakukan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar untuk mencegah munculnya kembali titik api. (har)
Editor : Miftahul Khair