PONTIANAK POST – Kebakaran melanda kompleks SD Negeri 62 Singkawang di Kelurahan Bagak Sahwa, Kecamatan Singkawang Timur, Kalimantan Barat, Jumat (2/10) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.40 WIB itu menghanguskan dua rumah dinas guru dan menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat.
Lurah Bagak Sahwa Feryanto mengatakan kebakaran terjadi saat kondisi sekolah kosong. Informasi pertama diterima dari warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api dari kompleks sekolah.
"Mendapat informasi itu, saya langsung menuju ke lokasi kejadian dan segera melakukan tindakan yang diperlukan, seperti menghubungi petugas pemadam kebakaran, mencari sumber air serta mengamankan arus listrik di sekitar jalur sumber kebakaran," kata Feryanto saat dikonfirmasi di Singkawang, Jumat (2/10).
Baca Juga: Kebakaran 8 Rumah di Singkawang, Pemkot Salurkan Bantuan untuk Korban
Api Cepat Membesar
Menurut Feryanto, api dengan cepat membesar karena sebagian material bangunan sekolah dan rumah dinas didominasi bahan yang mudah terbakar, termasuk kayu dan plafon.
Dua rumah dinas guru ludes terbakar. Sementara tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap, rangka atap, dan plafon.
Sejumlah aset sekolah juga ikut terbakar dan tidak sempat diselamatkan. Di antaranya dua lemari besi, tiga meja dan kursi guru, ratusan buku pelajaran, puluhan meja dan kursi siswa, serta empat kipas angin.
"Api cepat membesar, sehingga beberapa aset penting milik sekolah tidak sempat diselamatkan," ujarnya.
Baca Juga: Ledakan Misterius Picu Kebakaran Hebat, Empat Ruko di Singkawang Hangus Terbakar
Tidak Ada Korban Jiwa
Feryanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Peristiwa terjadi pada dini hari ketika aktivitas sekolah telah berhenti.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, kegiatan belajar mengajar di SDN 62 Singkawang tetap berjalan.
"Setelah kejadian, proses belajar mengajar masih terkendali sesuai keterangan dari Kepala SD Negeri 62 Singkawang," katanya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Jumat, penyebab kebakaran belum diketahui. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui sumber api serta penyebab kebakaran.
Petugas terkait juga melakukan pendataan terhadap bangunan dan aset sekolah yang terdampak kebakaran.*
Editor : Uray Ronald