“Sudah lama kami berjualan disini, Alhamdulillah lumayan laku dagangan kami,” ujar Mastur kepada Pontianak Post, kemarin.
Ia bercerita bahwa mulai membuka dagangannya sejak sore dan kadang mulai tutup sekitar pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB.
“Tergantung jumlah gorengannya, kalau sudah habis ya kita cepat tutup, kalau masih banyak ya kita kadang sampai tengah malam juga,” paparnya.
Selain itu, Mastur juga mengungkapkan bahwa sejak menggunakan bright gas 12 Kilogram berwarna ungu, ia bisa jauh menghemat penggunaan gas. Dibandingkan menggunakan gas elpiji 3 Kilo.
“Sudah lama kita pakai yang 12 kilo, lebih hemat dan gorengannya juga bagus. Itu sebab, kita pakai bright gas 12 kilo,” ungkapnya.
Mastur juga berterima kasih kepada Pertamina karena sudah diberikan penghargaan atas penggunaan gas elpiji tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamin, Muhammad Herdiyansyah putra sebaga Jr SE LPG Region VI mengatakan bahwa ia mengapresiasi penggunaan bright gas 12 Kilogram oleh Mastur. Menurutnya pedagang lain harusnya bisa mencontoh Mastur.
“Dari contoh seperti pak Mastur ini semoga Lebih banyak lagi pedagang yang menggunakan LPG bright gas 12 kg dan 5,5 Kg,” ujar Muhammad Herdiyansah.
Pihaknya juga turut memberikan apresiasi seperti penghargaan dan branding gerobak gorek milik Mastur.
“Di hari pelanggan Nasional kita telah memberikan apresiasi seperti penghargaan dan branding gerobak goreng Mastur,” tutupnya. (fds) Editor : Administrator