PONTIANAK - Rumah Kopi berada di kaki Bukit Kelam, Sintang Kalimantan Barat. Di sini, kita bisa menikmati keindahan gunung monolit terbesar di dunia sambil menikmati secangkir kopi panas.
Tak banyak orang yang diberikan izin atau akses masuk ke rumah ini, karena rumah kopi masih berstatus rumah pribadi, bukan tempat umum. Pemiliknya adalah Jarot Winarno, Bupati Sintang.
Beruntung, tim Jurnalis Ekspedisi Borneo Honda ADV 150, diberi izin untuk masuk, dan menikmati suasana di kaki bukit kelam tersebut. "Selain kopi, di sini juga sedang kami kembangkan teh dataran rendah," kata Jarot.
Seraya dengan itu, salah seorang pekerja di rumah itu datang membawakan kopi untuk kami. "Ini kopi robusta. Sangat nikmat. Saya suka ini. Apalagi dinikmati di kaki bukit kelam," ujarnya.
Sayang Jarot tak punya waktu banyak untuk menemani kami menikmati suasana itu. Ia harus pergi untuk satu urusan.
Rumah Kopi tersebut jaraknya tak jauh dari Kota Sintang, sekitar 30 menit dengan perjalanan darat. Bagi tim Jurnalis Ekspedisi Borneo Honda ADV 150, medannya cukup menarik, karena melintasi perbukitan jalannya mulus.
"Sintang ini adalah bagian dari Jantung Borneo atau Heart Of Borneo yang paling mudah didatangi," kata Jarot.
Di hari kedua perjalanan Jurnalis Ekspedisi Borneo Honda ADV 150, selain mengunjungi Rumah Kopi dan Bukit Kelam, kami juga mengunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang, rumah adat suku Dayak yang masih dilestarikan hingga kini. (mdy) Editor : Shando Safela