Hal tersebut disampaikannya usai berkunjung ke beberapa lokasi budaya dan wisata yang ada di Kabupaten Sintang. Seperti Keraton Al-Mukarramah, Museum Kapuas Raya Sintang, Rumah Betang Ensaid Panjang, Rumah Tenun Kobus, Galeri Kapal Bandong, Museum Betang, Rumah Kopi Sintang, dan Taman Wisata Alam Gunung Kelam.
“Saya jatuh cinta sekali dengan Sintang. Yang paling saya jatuh cinta adalah alamnya. Kedua adalah sejarahnya. Saya baru tahu bahwa di Sintang ada yang menjadi inspirasi lahirnya lambang Garuda Pancasila,” katanya.
Ia juga mengagumi Sintang yang merupakan bagian dari jantung Kalimantan (Heart of Borneo). “Apalagi tadi ada Bukit Kelam,” ucapnya.
Menurutnya alam, budaya, dan sejarah Sintang perlu disebarluaskan. Agar ekonomi kreatif di Sintang bisa berkembang. “Supaya usai pandemi ini, industri kreatifnya bisa naik. Menjadi salah satu destinasi wisata,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSI ini.
Produk-produk budaya yang ada di Sintang menurutnya bisa dikembangkan lagi menjadi produk yang bisa dipasarkan lebih jauh. Ia pun mengajak anak muda untuk memberi nilai tambah pada produk budaya dari Sintang. Salah satu contohnya adalah kain tenun. “Kain ini bisa jadi jaket, jadi tas dan lain sebagainya. Jangan hanya jadi kain saja,” katanya.
Menurutnya Pemerintah Daerah bisa berinvestasi dalam mengembangkan industri kreatif. Serta menggerakkan sosial media untuk mengenalkan Sintang kepada Indonesia dan seluruh dunia. (ris) Editor : admin2