"Saat muda, memang saya tidak terlalu memperhatikan pola makan saya. Namun, saya tidak mengetahui bahwa hal tersebut bisa berdampak kepada saya di usia sekarang," kata Amprinani mengawali ceritanya kepada tim Jamkesnews.
Mengetahui kondisinya yang tidak sehat, Amprinani mengatakan sang anak menyarankan untuk ikut Program Pelayanan Penyakit Kronis (Prolanis) yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut diungkapkan agar kondisinya dapat dipantau dan tekanan darahnya bisa diperiksa secara rutin.
“Awalnya anak saya yang suruh saya masuk satu program yang ada di fasilitas kesehatan, menurutnya untuk orang tua yang memelihara kesehatannya itu perlu masuk Prolanis saja, biar bisa melakukan kontrol terus setiap bulan,” katanya.
Berkat saran dan dorongan keluarganya, akhirnya membuat Amprinani memutuskan mendaftar sebagai Prolanis di Puskesmas Sepauk. Sejak bergabung ke dalam program Prolanis, Amprinani mengaku rutin memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas setiap 3 bulan sekali. Namun di masa pandemi, ia mengaku sudah hampir 6 bulan tidak memeriksakan dirinya.
“Dulu sebelum pandemi kami rutin. Setiap 3 bulan itu pasti diperiksa di Puskesmas. Tapi sekarang pandemi ini, sudah hampir 6 bulan belum ada pemeriksaan rutin lagi,” ujarnya.
Namun ia mengaku, program Prolanis membantunya memantau kesehatannya. Terlebih lagi ia mengidap penyakit hipertensi yang dapat berkembang menjadi penyakit serius lainnya.
“Kalau menurut saya, prolanis ini membantu. Karena kebetulan saya ada mengidap tekanan darah tinggi. Kolesterol juga. Jadi terkontrol tekanan darah sama kolesterol. Maklumlah sudah tua macam ini,” katanya.
Di akhir pertemuannyam Amprinani berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menghadirkan program Prolanis bagi masyarakat Indonesia. Tak lupa, Amprinani juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit di usia tua. (FR/ris) Editor : Super_Admin