Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Warga Tuntut Janji Gubernurm, Minta Perbaikan Jalan dan Jembatan

Syahriani Siregar • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 15:00 WIB
PENYERAHAN TUMPENG: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo dalam ramah tamah puncak peringatan HUT ke-13 Kubu Raya.
PENYERAHAN TUMPENG: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo dalam ramah tamah puncak peringatan HUT ke-13 Kubu Raya.
SINTANG - Warga Kampung Seberang melakukan demo dan pemblokiran jalan di ujung Jembatan Kapuas yang merupakan akses menuju perbatasan Malaysia dan Kelurahan Pesisir, Jumat (29/10). Massa Kampung Seberang tersebut terdiri warga Kelurahan Mekar Jaya, Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kelurahan Menyumbung Tengah, Kelurahan Ulak Jaya dan Kelurahan Kapuas Kiri Hulu.

“Aksi hari ini kami lakukan karena masyarakat resah dengan janji-janji para elite politik. Bahkan di kampung kita banyak yang jadi korban karena jalan berlubang, khususnya ibu-ibu yang mengantar anaknya pergi ke sekolah,” kata Rahmat, salah satu perwakilan massa.

Dirinya mengatakan, tuntutan demo kali ini masyarakat Kampung Seberang meminta pemerintah segera memperbaiki jalan.  “Pemerintah harus segera memperbaiki jalan. Kami juga minta jalan ditinggikan karena kerap terendam banjir,” ujarnya.

Ia menceritakan, ketika banjir, warga kesulitan untuk melintas. Warga bahkan harus mengeluarkan uang hingga Rp 100 ribu per hari, hanya untuk melintaso jalan tersebut.

Rahmat mengungkapkan, titik jalan yang rusak parah mulai dari depan Jembatan Kapuas hingga Sungau Dangku, bahkan Desa Simba Raya. Panjangnya kurang lebih tiga kilometer. Ia juga menyinggung janji Gubernur Kalbar terkait perbaikan ruas jalan provinsi di Sintang, khususnya ruas Jalan Mensiku di Kampung Seberang.

“Soal janji-janji itu, seperti yang dituliskan masyarakat melalui spanduk bahwa itu merampot, ya memang benar. Ngampor (bohong) bahasa kita di sini. Karena sampai sekarang belum ada realisasi di daerah kita di sini,” bebernya.

“Namanya jalan provinsi, tapi bukan dari titik nol mereka mengerjakan. Dari ujung mereka mengerjakannya. Sementara mereka mengangkut material melewati kampung kita, jalan kita rusak, tapi tidak diperbaiki. Sehingga masyarakat resah,” sambungnya.

Kemudian, untuk di bagian hilir, jembatan nyaris roboh tak kunjung diperbaiki. “Ibu-ibu lewat juga susah. Ndak ada perhatian sama sekali. Statemen pemerintah apa pun itu tidak ada,” tuturnya.

Terkait syarat agar blokir jalan dibuka, Rahmat meminta agar tuntutan warga Kampung Seberang ditepati dan dilaksanakan.

Sementara itu Gubernur Kalbar Sutarmidji melalui akun facebooknya juga menjelaskan mengenai pembangunan Jalan Sintang-Semubuk tersebut. Menurut Sutarmidji, jalan tersebut dimasukkan menjadi jalan provinsi pada 2016, namun baru dianggarkan pada 2018 hingga saat ini. “Jadi saya tidak merampot (bohong), ketika berkunjung ke sana saya minta prioritaskan jembatan,” ungkapnya melalui akun Bang Midji, kemarin.

Midji menambahkan, setiap tahun Pemprov Kalbar menganggarkan pembangunan jalan dan jembatan tersebut. “Mau dibilang merampot, mau dibilang bual terserah. Yang jelas tiap tahun kita anggarkan. Kalau rusak karena banjir, bagaimana mau ngepung air? Pakai geobag,” ungkap Midji. (var) Editor : Syahriani Siregar
#Perbaikan #jalan #jembatan #warga #janji #Tuntut #gubernur