Paroki Katedral Kristus Raja Sintang
SINTANG — Wakil Bupati Sintang Melkianus menghadiri acara puncak peringatan hari ulang tahun yang ke-90 Paroki Katedral Kristus Raja Sintang di Balai Kenyalang, beberapa waktu lalu.
“Sebuah kebanggaan menyadari bahwa Paroki Katedral Kristus Raja Sintang telah berdiri sejak tahun 1932, bahkan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya.
Dirinya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sintang terus berupaya melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sintang, yang dapat diukur dari beberapa indikator antara lain adalah angka kemiskinan. Kemiskinan sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain inflasi dan stunting.
Sejak pandemi Covid-19, kata dia, pemerintah di berbagai tingkatan baik pusat, provinsi dan tidak terkecuali Kabupaten Sintang dihadapkan kepada refocusing dan re-alokasi anggaran untuk penanggulangan pandemi.
“Sehingga berdampak pada berkurangnya alokasi belanja untuk pembangunan sektor lainnya. Pada awal tahun 2022, hal tersebut semakin diperparah dengan terganggunya rantai pasok komoditas pangan dan energi sebagai dampak perang rusia dan ukraina, sehingga kini dunia dihadapkan dengan krisis pangan, energi dan keuangan,” terang Melkianus.
Menghadapi krisis tersebut, dirinya mengajak harus bersikap optimis dan positif, serta harus mampu memaksimalkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk bertahan dan bahkan mengambil momentum ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sintang menyadari bahwa dengan keterbatasan kewenangan maupun pembiayaan pembangunan, konsep collaborative governance merupakan pendekatan yang harus diperkuat dimana kolaborasi antara pemerintah, swasta, masyarakat bahkan lembaga-lembaga keagamaan termasuk gereja juga ikut terlibat aktif dalam menyukseskan pembangunan.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Paroki Katedral Kristus Raja Sintang yang disamping melaksanakan tugas pelayanan dan tugas pokok yang juga turut mendukung kebijakan dan program Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang seperti penurunan prevalensi stunting melalui kursus persiapan perkawinan, peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui pekarangan untuk menekan stunting dan mengendalikan inflasi, serta upaya meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama,” tuturnya.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa penurunan prevalensi stunting, pengendalian inflasi, dan peningkatan indeks kerukunan umat bergama merupakan program prioritas dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Sintang,” jelas dia.
Dia memandang, apa yang sudah dilakukan Paroki Katedral Kristus Raja Sintang merupakan sebuah awal yang sangat baik dan langkah maju. Karena itu, wabup berharap hal tersebut juga dapat dilaksanakan oleh paroki-paroki lainnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Uskup Sintang dan para imam/pastor yang telah mendukung program program pemerintah Kabupaten Sintang,” tutupnya. (var) Editor : Misbahul Munir S