Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kadisdikbud Kalbar Kenalkan Motor Listrik ‘Gemar’ Karya SMKN 1 Sintang

Syahriani Siregar • Senin, 16 Oktober 2023 | 18:21 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Rita Hastarita menjajal sepeda motor listrik karya siswa SMKN 1 Sintang, Jumat, (13/10).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Rita Hastarita menjajal sepeda motor listrik karya siswa SMKN 1 Sintang, Jumat, (13/10).

SINTANG - Pelajar dan guru jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sintang, berhasil membuat sepeda motor listrik dalam rangka pembelajaran kurikulum merdeka.

Sepeda motor yang dinamai dari singkatan Generasi Merdeka Belajar ‘Gemar’ itu, hanya butuh biaya listrik Rp10 ribu, untuk bisa menempuh jarak sejauh 60 kilometer.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) Rita Hastarita sempat menjajal langsung sepeda motor listrik itu saat berkunjung ke SMKN 1 Sintang, Jumat (13/10).

Meski baru pertama kali mencoba, Rita tampak begitu mudah mengendarainya. Sepeda motor Gemar ini cukup dinyalakan dengan kunci, lalu tinggal digas.

Selain ramah lingkungan karena bebas emisi karbon, sepeda motor Gemar ini juga hampir tidak memiliki suara. Sangat jauh berbeda dengan kendaraan konvensional pada umumnya.

“Ini motor listrik karya dari anak-anak dan guru SMKN 1 Sintang, dibuat dalam rangka pembelajaran kurikulum merdeka. Jadi kita ada yang namanya pembelajaran riset teknologi ramah lingkungan, jadi tidak hanya teori, tapi juga harus berbasis proyek nyata,” ungkap Rita kepada awak media.

Bahan kendaraan yang dibuat sebagai motor listrik, dijelaskan Rita merupakan Honda Beat, bantuan dari Astra Motor. Karena SMKN 1 Sintang sudah berkerjasama dengan Astra Motor, dan memiliki teaching factory sendiri.

Bahkan teaching factory di sana, termasuk bintang lima atau lima besar di Indonesia.

“Jadi teaching factory se-Indonesia kita masuk lima besar. Ada Bogor, Makassar, Surabaya, Bandung, dan Kalbar, hanya lima itu saja yang (teaching factory) kelas A+,” terangnya.

Bahan dasar sepeda motor Honda Beat yang digunakan hanya berupa body dan rangka.

Sementara mesinnya dikeluarkan, kemudian diisi dengan baterai lithium 72 volt, 20 ampere, dan di-setting melalui komputer.

Kecepatan maksimal sepeda motor Gemar bisa diatur melalui komputer menyesuaikan kebutuhan.

“Di mana yang kita setting ini jarak tempuhnya untuk 60 kilometer, jadi motor listrik ini lebih murah daripada penggunaan BBM. Kalau di-charge hanya memerlukan Rp10 ribu untuk 60 kilometer, kalau BBM memerlukan tiga liter bahan bakar, atau sekitar Rp30 ribu. Jadi selisihnya cukup tinggi dengan jarak tempuh 60 kilometer,” paparnya.

Proses pembuatan sepeda motor listrik ini menurut Rita dilakukan selama dua minggu. Melibatkan tiga pelajar Kelas XI, dan satu orang guru pembimbing. Ini merupakan proyek sepeda motor listrik pertama di Kalbar, dan berhasil dilakukan di SMKN 1 Sintang.

“Motor ini boleh digunakan di jalan raya, karena sudah dapat izin (sertifikat laik fungsi). Jadi nanti di STNK-nya juga diubah menjadi motor listrik,” ucapnya.

Rita mengatakan sepeda motor listrik Gemar merupakan produk sampel yang akan terus dikembangkan.

Harapannya SMKN 1 Sintang bisa berkolaborasi dengan vendor atau stakeholder terkait yang bisa mengadopsi teknologi sepeda motor listrik ini, untuk diproduksi lebih banyak.

Disdikbud Kalbar juga dipastikan akan terus mendukung pengembangannya.

“Saya tantang kepala sekolahnya, pasang GPS (di sepeda motor). Jadi kalau misalnya (untuk) motor dinas, kita bisa tahu penggunaannya, di mana lokasinya, dan sebagainya,” harapnya.

Selain itu, untuk pengembangan ke depan, Rita menilai di SMKN 1 Sintang sangat memungkinkan memproduksi rangka dan body sendiri.

Sehingga tidak lagi menggunakan sepeda motor merek tertentu yang sudah jadi. Apalagi di sana memiliki Tefa (workshop) dan bengkel mobil.

“Jadi memungkinkan untuk kita buat rangkanya sendiri. Cuma nanti pasti harus mengurus izin agar layak dipakai khalayak ramai seperti sertifikat laik fungsi, itu memungkinkan karena di SMKN 1 Sintang ini lengkap unit produksinya,” pungkasnya.

Guru pembimbing yang ikut membuat motor listrik tersebut Nurdin mengungkapkan, di kurikulum pembelajaran jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, ada namanya sistem kelistrikan atau hybrid.

Awalnya sepeda motor Gemar dibuat karena pihaknya mendapat panggilan untuk lomba, serta mendapat uang pembinaan dari Astra Honda Motor.

Dari sana dikembangkanlah sepeda motor listrik hingga tercipta sepeda motor Gemar.

Untuk alat-alatnya semua langsung dibantu dari vendor. Pihak guru kata dia, juga sudah memberikan pengenalan kepada pelajar, terkait apa-apa saja sistem atau komponen yang penting di motor listrik. Diantaranya ada controller, dinamo, dan baterai.

“Tahun depan kami akan ikuti lomba lagi, Insyaallah ke depan kami akan lebih baik lagi, akan ada inovasi lagi. Semua yang kurang-kurang akan kami perbaiki. Alhamdulillah tim otomotif kompak semua, support kepala sekolah, dan rekan-rekan guru,” katanya.

Sementara itu Guru Otomotif SMKN 1 Sintang Agus Parmono menambahkan, pihaknya juga menerima konversi motor konvensional menjadi motor listrik.

Ada beberapa paket yang ditawarkan untuk produk-produk tersebut, dengan harga maksimal Rp30 juta, serta ada paket hemat seharga Rp10 juta sampai Rp15 juta.

“Sekarang memang sedang digalakkan pemerintah, bagaimana menciptakan kendaraan ramah lingkungan, kami ingin ikut andil. Motor listrik ini tidak ada emisi, tidak ada suara, tapi kedepannya (jika dibutuhkan) bisa kita buat artificial suara, supaya ada suara. Kemudian untuk pengamanan, kunci kontak bisa dibuat pakai smart key (finger). Kami juga bisa membuat motor listrik versi balap, jadi bisa kami buat sesuai pesanan,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMKN 1 Sintang Poeryanto menambahkan, Nurdin sebagai guru pembimbing atau guru otomotif di sana juga sudah diikutkan diklat upskilling oleh pihak sekolah.

Program yang diikuti selama lima hari itu bertujuan untuk mempelajari motor listrik “Jadi mempelajari motor listrik untuk dikembangkan kedepannya,” ucapnya.

Mewakili pihak sekolah Poeryanto juga menyampaikan apresiasi, dan terima kasih atas perhatian Kepala Disdikbud Kalbar yang sudah datang langsung melihat karya pelajar SMKN 1 Sintang itu.

“Saya kepala SMKN 1 Sintang berbangga sekali, beliau datang ke sini, untuk mengunjungi kami,” pungkasnya. (bar)

               

Editor : Syahriani Siregar
#SMKN 1 Sintang #Motor Listrik #generasi merdeka belajar #Gemar