Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sintang Kerja Keras Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrim

A'an • Rabu, 15 November 2023 | 13:11 WIB

 

 

KONSULTASI PUBLIK : Bappeda Kabupaten Sintang menggelar konsultasi publik penyusunan rencana aksi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim Kabupaten Sintang tahun 2023 - 2026.
KONSULTASI PUBLIK : Bappeda Kabupaten Sintang menggelar konsultasi publik penyusunan rencana aksi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim Kabupaten Sintang tahun 2023 - 2026.
 

SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Melkianus membuka konsultasi publik penyusunan rencana aksi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim Kabupaten Sintang tahun 2023 - 2026 di Aula Bappeda Kabupaten Sintang.

Pada kesempatan tersebut, Melkianus menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sintang saat ini masih ada 8,57% atau 36.760 jiwa dan dari angka tersebut ada yang masuk pada kategori miskin ekstrim yakni 2,16% atau 9. 288 jiwa.

“Data BPS menyebutkan bahwa jumlah orang Kabupaten Sintang yang mengalami kemiskinan ekstrim itu paling banyak kedua diantara 14 kabupaten kota di Kalbar,” jelas Melkianus.

Ia menjelaskan, seseorang dikategorikan mengalami kemiskinan ekstrim jika memiliki penghasilan dibawah Rp10.379 atau Rp332.170 per bulan atau Rp1.288.680 per keluarga yang terdiri dari 4 orang atau suami istri dan memiliki dua anak.

Presiden Republik Indonesia melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Indonesia, secara nasional, ditargetkan nol persen orang Indonesia yang mengalami kemiskinan ekstrim.

Ini memerlukan terobosan dan inovasi baru untuk bisa mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sintang.

“Saya berharap, kita bisa menyusun rencana aksi yang inovatif, tepat sasaran, dan mudah dilaksanakan di lapangan sehingga Pemkab Sintang berkolaborasi dengan banyak pihak menurunkan bahkan menghapus angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sintang.

Rencana yang baik dan berkualitas, akan sangat membantu implementasi dilapangan. Kolaborasi juga saya harapkan pada semua tataran baik ide, aksi dan anggaran sehingga kita bisa mencapai target sesuai rencana yakni nol angka kemiskinan di tahun 2026 mendatang,” bebernya.

“Berikan masukan dan saran kepada Pemkab Sintang. Agar rencana aksi ini semakin baik, inovatif dan aplikatif.

Pemkab Sintang dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrim ini, menerapkan prinsip kolaboratif.

Kami mengajak dunia usaha, NGO, akademisi, media massa, dan segenap masyarakat untuk bersama-sama menjalankan program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim ini,” ujar Melkianus.

“Kemiskinan memang tidak akan pernah hilang di dalam kehidupan manusia. Tetapi saya mengajak semua pihak untuk berjuang agar garis kemiskinan bisa ditekan dan jumlah orang miskin semakin sedikit,” ajaknya. (var) 

 

Editor : A'an
#sintang #Angka Kemisikinan #Pemkab Sintang