PONTIANAK POST - Universitas Muhammadiyah Pontianak Kabupaten Sintang menggelar dialog pendidikan transformatif kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Jumat (17/1) siang.
Dialog tersebut dihadiri langsung Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Republik Indonesia Fajar Riza Ul Haq.
"Salah satu pesan dari bapak Presiden, kami harus sering turun ke lapangan sering mendengar suara hati masyarakat," ujar Wamendisdakmen Fajar Riza Ul Haq.
Fajar menyatakan upaya menyelesaikan berbagai persoalan di dunia pendidikan tentu tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Hanya saja menurut dia dengan mengunjungi langsung daerah 3T akan mempermudah komunikasi dan evaluasi dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.
"Kami memang tidak bisa menyelesaikan masalah dalam waktu sehari semalam tapi paling tidak ketika kami turun langsung seperti di Kabupaten Sintang ini bisa merasakan langsung dan mendengar pendapat dari para guru," ungkap Fajar.
Fajar menegaskan saat ini Disdakmen akan fokus pada penyelesaian persoalan fundamental yakni mencari solusi permasalahan melalui kebijakan.
Ia mencotohkan kebijakan yang diambil bisa berdasarkan dari peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pendidikan di Indonesia.
"Kami bekerja belum genap 5 bulan meskipun begtu kami sudah berusaha untuk memberikan optimisme kepada duna pendidikan bahwa kita bisa lebih baik dari apa yang kita rasakan hari ini dan hal itu juga tergantung dari komitmen dan political will kita sendiri dari pemerintah pusat dan daerah," tutur Fajar.
Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Melkianus menyatakan melalui dialog ini para guru bisa menyampaikan langsung keluhan mereka kepada Wamendisdakmen. Melkianus mengatakan para guru di Kabupaten Sintang khususnya yang bertugas di wilayah 3T telah bekerja secara maksmimal, meski harus melewati jarak tempuh yang cukup jauh.
Ia pun mengatakan Pemda Kabupaten Sintang melalui Disdikbud Sintang juga akan mendatangi Kemendikbud RI untuk menyampaikan aspirasi dari pada guru yang ada di kabupaten ini.
Rektor Universitas Muhamadiyah Pontianak Kabupaten Sintang, Heriansyah, menuturkan sinergi yang kuat antar pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan pendidikan di Kabupaten Sintang sangat diperlukan.
Heriansyah menyatakan satu diantara permasalahan yang saat ini terus menjadi persoalan mengenai dunia pendidikan di Kabupaten Sintang mengenai kesejahteraan para guru yang setiap hari telah berjuang pergi mengajar didaerah 3T.
Heriansyah berharap melalui dialog yang mendatangkan para guru dari wilayah 3T di Kabupaten Sintang ini dapat menjadi wadah untuk menemukan solusi terkait persoalan dibidang pendidikan.
"Meskipun waktu dialog sangat terbatas tapi kami yakin ada hal yg bisa dibawa ke sekolah masing-masing untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah masing-masing," tutupnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair