PONTIANAK POST - Panitia Peringatan Hari Lahir Nadhlatul Ulama (NU) Ke-102 Kabupaten Sintang menggelar acara puncak peringatan di Aula Pondok Pesantren Modern Al-Iman Sungai Tebelian. Acara ini mengundang masyarakat untuk mengikuti tabligh akbar dengan penceramah Kiyai Saifulloh Shofa dari Kubu Raya.
Sejalan dengan semangat kebersamaan tersebut, Kabupaten Sintang juga tengah merayakan Tahun Baru Imlek dengan berbagai kegiatan meriah.
Warga Tionghoa di Sintang menggelar sembahyang di vihara, pertunjukan barongsai, serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar. Pemerintah daerah turut mendukung perayaan ini dengan memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua warga.
"Keberagaman budaya dan agama di Sintang tercermin dalam harmonisasi dua perayaan besar ini," ujar Anggota DPRD Kabupaten Sintang Agung Gumiwang, Selasa (29/1).
Menurut Agung NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia terus mendorong sikap toleransi, sebagaimana terlihat dalam perayaan Imlek yang diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat. "Kehadiran berbagai suku dan agama di Sintang semakin memperkaya nilai-nilai persaudaraan dan gotong royong di tengah perbedaan," jelas Agung.
Dengan semangat persatuan, Harlah NU dan perayaan Imlek menjadi simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mempererat kebersamaan demi kemajuan daerah.
"Kami juga mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas untuk menjadikan momentum refleksi perjuangan NU dalam menjaga keberagaman dan toleransi," pungkas Agung. (nda)
Editor : Miftahul Khair